SERANG | RAYACOM
Pengangguran Kabupaten Serang mencapai sekitar 10 persen. Angka itu menjadi yang tertinggi di Provinsi Banten. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banten Septo Kalnadi mengatakan tingkat pengangguran terbuka (TPT) Banten masih tinggi.
“Pengangguran di Banten masih banyak berkisar 407.000 orang,” kata Septo. Septo menyebut Kabupaten Serang mencatat TPT tertinggi di Banten. Angkanya mencapai sekitar 10 persen.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam penyerapan tenaga kerja. Dunia pendidikan belum sepenuhnya mengikuti kebutuhan perusahaan dan industri. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan dan dunia kerja. Langkah tersebut penting agar lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Selain Kabupaten Serang, pemerintah juga menyoroti kompetensi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK). Sekitar 13 persen dari total pengangguran merupakan lulusan SMK. Septo menilai kondisi itu perlu mendapat perhatian serius. Pasalnya, lulusan SMK seharusnya memiliki keterampilan yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja.
“Perlu disinkronkan antara pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja atau industri,” ujar Septo. Dengan demikian, pemerintah perlu memperkuat kurikulum dan pelatihan yang sesuai dengan perkembangan industri.
Septo mendorong pemerintah memperbanyak pelatihan vokasi bagi pencari kerja. Program tersebut dapat membantu masyarakat meningkatkan keterampilan sebelum masuk ke dunia kerja. Selain pelatihan, pemerintah juga perlu mendorong sertifikasi kompetensi. Sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dapat menjadi salah satu acuan bagi perusahaan dalam melihat kemampuan calon pekerja.
“Makanya memerlukan pelatihan vokasi yang kemudian ada sertifikasi BNSP,” kata Septo.
Pelatihan juga perlu menyesuaikan kebutuhan sektor industri di setiap daerah. Dengan cara itu, pencari kerja tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan yang relevan.
Pemerintah Dorong Kesesuaian Pendidikan dan Industri
Masalah pengangguran membutuhkan kerja sama pemerintah, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha. Pemerintah dapat memetakan kebutuhan tenaga kerja, sedangkan lembaga pendidikan menyesuaikan program pembelajaran.
Di sisi lain, perusahaan dapat memberikan informasi mengenai jenis keterampilan yang mereka butuhkan. Kolaborasi tersebut dapat memperkecil kesenjangan antara lulusan sekolah dan kebutuhan industri.
Dengan langkah itu, pemerintah berharap angka pengangguran di Banten, khususnya Kabupaten Serang, dapat menurun secara bertahap.(hmi)
