Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Mimpi Saya Hanya Jadi Aktivis

Bagikan: Facebook X WhatsApp

DENPASAR | rayacom.id

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menanggapi dinamika reshuffle Kabinet Merah Putih. Ia mengatakan sejak awal tidak pernah bermimpi menduduki jabatan tinggi di pemerintahan.

Pigai mengaku hanya ingin menjadi aktivis yang memperjuangkan keadilan. Ia menyebut jabatan sebagai pimpinan Komnas HAM hingga Menteri HAM datang di luar rencana awalnya.

Pigai Tak Persoalkan Jika Diganti

Pigai juga mengaku tidak mempermasalahkan jika Presiden Prabowo Subianto menggantinya dari posisi Menteri HAM.

Menurut Pigai, pergantian jabatan merupakan kewenangan Presiden. Ia bahkan menilai pergantian saat sedang menjalankan tugas negara akan menjadi sesuatu yang terhormat.

“Saya tuh tulus. Saya, mimpi saya cuma aktivis kok, enggak pernah mimpi lebih tinggi. Tiba-tiba jadi pimpinan Komnas HAM, tiba-tiba jadi Menteri HAM,” kata Pigai saat menghadiri Bali-Timor Leste Business Forum di Denpasar, Bali, Jumat (2/10/2026).

Pigai tetap menghadiri forum tersebut meski dinamika reshuffle berlangsung di Jakarta. Ia menyebut kehadirannya sebagai bentuk penghormatan kepada Timor Leste sebagai negara sahabat.

Pigai Tetap Jalankan Tugas Negara

Pigai mengatakan dirinya mendapat undangan dari Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, untuk menghadiri Bali-Timor Leste Business Forum.

Ia kemudian memilih tetap datang ke Bali. Menurutnya, menjalankan tugas negara dalam situasi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab.

“Tiba-tiba ada undangan dari Pak Arya Wedakarna (Anggota DPD RI perwakilan Bali) menyampaikan kepada saya akan ada pertemuan Bali dan Timor Leste Business Forum. Saya mikir, kalau saya diganti oleh Bapak Presiden pada saat saya melaksanakan tugas, itu lebih terhormat,” ujarnya.

Pigai Singgung Perjalanan Karier

Pigai mengatakan perjalanan kariernya tidak pernah ia rencanakan sampai menduduki jabatan pemerintahan.

Ia sebelumnya aktif sebagai pegiat isu HAM. Kemudian, ia dipercaya menjadi pimpinan Komnas HAM sebelum menjabat sebagai Menteri HAM.

Karena itu, Pigai menegaskan dirinya tetap fokus menjalankan tugas selama masih mendapat kepercayaan dari Presiden.

“Makanya karena saya tulus, saya mengesampingkan situasi kemarin di Jakarta ketika 17 orang di-reshuffle. Saya memutuskan ke sini. Sekaligus menghormati Timor Leste sebagai saudara,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Pigai juga menyampaikan pandangannya mengenai keterwakilan kelompok minoritas dalam kepemimpinan nasional. Ia mengatakan keberadaan kelompok minoritas dalam posisi strategis menjadi bagian dari upaya memperjuangkan kesetaraan dan keadilan.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *