Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Asian Games 2026, Tim Panjat Tebing Indonesia Bidik Tiga Medali

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | RAYACOM

Panjat tebing Indonesia membidik sedikitnya tiga medali pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Ketua Umum PB Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menargetkan dua medali emas dari jumlah tersebut. Yenny menyampaikan target itu setelah menghadiri pelepasan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

“Target, minimal tiga medali. Dan semoga bisa dapat emas dua targetnya,” kata Yenny.

Satu medali lainnya juga berpeluang meraih emas. Namun, Yenny menegaskan target minimal FPTI tetap tiga medali dan posisi di podium. FPTI terus membina atlet melalui kompetisi internasional. Para atlet rutin mengikuti berbagai kejuaraan sepanjang tahun untuk meningkatkan kemampuan dan pengalaman bertanding.

Menurut Yenny, pola pembinaan tersebut membuat FPTI tidak perlu mengubah program secara drastis menjelang Asian Games. Atlet sudah terbiasa menghadapi lawan dari berbagai negara. Selain meningkatkan kemampuan teknis, pengalaman tersebut memperkuat mental atlet. Mereka dapat menguji kemampuan sekaligus menghadapi tekanan kompetisi di luar negeri.

“Begitu atlet berjuang di luar negeri, bertanding di luar negeri, itu kemudian daya saingnya menjadi berbeda. Yang pertama skill-nya pasti bertambah, yang kedua secara mental dia juga tambah kuat,” ujarnya.

Salah satu atlet Indonesia yang masuk proyeksi Asian Games 2026 masih mengikuti kompetisi di China. FPTI memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah jam terbang atlet. Menurut Yenny, intensitas kompetisi internasional dapat membantu atlet membangun kepercayaan diri. Pengalaman itu juga membuat mereka lebih siap membaca karakter lawan dan menghadapi tekanan pertandingan.

Karena itu, FPTI akan terus mengirim atlet ke kejuaraan dunia dan kompetisi internasional lainnya. Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang untuk menjaga daya saing atlet. Asian Games juga menjadi kesempatan penting bagi FPTI untuk mengukur perkembangan atlet Indonesia sebelum menghadapi persaingan yang lebih besar di level dunia.

FPTI Jaga Peluang Medali Emas

Nomor speed putra dan putri menjadi salah satu andalan Indonesia untuk mengejar medali. Di sisi lain, nomor lead juga masuk dalam perhitungan FPTI untuk menambah peluang podium.

Yenny sebelumnya menyebut FPTI menargetkan tiga medali. Dua target utama berasal dari nomor speed putra dan putri, sedangkan satu medali lainnya diharapkan datang dari nomor lead. Jika memungkinkan, FPTI juga berharap medali tersebut berwarna emas.

Persaingan di Aichi-Nagoya tidak akan mudah. Sejumlah negara memiliki atlet kuat pada nomor speed maupun lead. Karena itu, pengalaman bertanding menjadi salah satu modal penting bagi atlet Indonesia.

Yenny meminta atlet tampil percaya diri dan menikmati pertandingan. Ia tidak ingin target medali justru membuat atlet kehilangan fokus.

Dengan persiapan yang terus berjalan, FPTI berharap panjat tebing Indonesia mampu mempertahankan daya saing di Asia. Target tiga medali menjadi sasaran utama sekaligus pijakan untuk meningkatkan prestasi menuju kompetisi internasional berikutnya.

Asian Games XX 2026 akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang. Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi atlet Indonesia untuk menguji kemampuan dan mengejar prestasi di level Asia. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *