BANDUNG | rayacom.id
Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani mengapresiasi peran wartawan dalam menyampaikan kerja parlemen kepada masyarakat. Menurutnya, media membantu masyarakat mengetahui rapat, pembahasan, serta pemikiran yang berlangsung di MPR.
“Saya tidak membayangkan apa jadinya kegiatan MPR kalau tidak ada pemberitaan dari kawan-kawan. Kerja kami, rapat-rapat kami, pembahasan kami, pemikiran-pemikiran kami tidak akan pernah tersampaikan kepada masyarakat kalau tidak ada yang melanjutkan dalam bentuk pemberitaan,” ujar Muzani.
Muzani menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam Media Gathering MPR RI di Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026).
Media Jembatani Kerja Parlemen dan Masyarakat
Muzani menjelaskan, kerja parlemen berkaitan erat dengan proses politik dan pengambilan keputusan. Karena itu, media memiliki peran penting untuk meneruskan informasi tersebut kepada masyarakat.
“Media sangat penting artinya bagi proses kerja kami, karena proses kerja parlemen pada dasarnya adalah proses kerja politik yang perlu ada lanjutannya dalam pemberitaan sampai ke rakyat,” katanya.
Selain itu, Muzani memahami bahwa setiap wartawan memiliki sudut pandang dalam mengolah sebuah peristiwa. Namun, ia menekankan pentingnya prinsip jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Intinya adalah bagaimana kawan-kawan akan menyampaikan apa yang disampaikan oleh MPR kepada rakyat. Karena itu, kerja wartawan adalah sebuah kerja yang sangat mulia,” ujarnya.
Muzani Tekankan Pemberitaan Berimbang
Selanjutnya, Muzani mengingatkan wartawan agar menjaga sikap netral dalam menjalankan tugas jurnalistik. Menurutnya, wartawan memiliki posisi strategis sebagai penghubung informasi antara lembaga negara dan masyarakat.
“Memberitakan dari sisi mana pun sebagai penyambung lidah ke masyarakat kemudian tetap harus dalam kondisi yang netral dalam cara memberitakannya,” katanya.
Di sisi lain, Muzani menyadari bahwa tugas jurnalistik memiliki risiko. Wartawan kerap menghadapi berbagai tantangan ketika mencari informasi dan mendokumentasikan peristiwa secara langsung.
Ia kemudian menyinggung peran wartawan dalam mendokumentasikan perjalanan sejarah Indonesia. Salah satunya melalui dokumentasi Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Menurut Muzani, keberanian wartawan dalam mengabadikan berbagai peristiwa penting menunjukkan kontribusi profesi jurnalistik terhadap perjalanan bangsa.
Sebut Wartawan Turut Berjuang untuk Bangsa
Muzani juga menyebut wartawan sebagai bagian dari kelompok yang ikut memperjuangkan kepentingan bangsa. Ia melihat terdapat kesamaan tujuan antara wartawan dan anggota parlemen, meski keduanya menjalankan tugas dalam ruang yang berbeda.
“Wartawan adalah pejuang. Kenapa wartawan disebut seorang pejuang? Yang dilakukan oleh wartawan sama dengan yang dilakukan oleh kami semua sebagai seorang anggota MPR. Dia memperjuangkan kebenaran, dia memperjuangkan kemuliaan, dan dia berjuang untuk bangsa dan negaranya,” tegasnya.
Karena itu, Muzani menyampaikan apresiasi kepada wartawan yang selama ini meliput aktivitas parlemen di Senayan.
“Atas nama pimpinan Majelis, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua wartawan yang ada di Senayan, yang terus bersama kami dalam memberitakan, dalam menyuarakan, dalam menyampaikan berbagai macam berita yang bersumber dari MPR,” pungkasnya.
Media Gathering Diikuti Puluhan Media
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah, Deputi Bidang Administrasi MPR RI Heri Herawan, Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) Ariawan, serta Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid.
Selain itu, sejumlah pejabat Eselon II dan pegawai Sekretariat Jenderal MPR RI juga menghadiri kegiatan tersebut.
Media Gathering MPR Tahun 2026 diikuti lebih dari 70 media yang tergabung dalam KWP. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara MPR dan kalangan media.
Dengan komunikasi yang terjaga, penyampaian informasi mengenai kerja MPR kepada masyarakat dapat berlangsung lebih baik. (fin)