Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Dirut Tirta Asasta Belum Beri Penjelasan soal Water Tank 10 Juta Liter

Bagikan: Facebook X WhatsApp

DEPOK | rayacom.id

Polemik water tank berkapasitas 10 juta liter di kawasan Perumahan Pesona Depok II kembali menjadi perhatian.

Kumpulan Pemantau Korupsi Bersatu (KPKB) sebelumnya meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti laporan terkait fasilitas tersebut. Namun, Direktur Utama PT Tirta Asasta Depok, M. Olik Abdul Holik, belum memberikan tanggapan atas laporan itu.

Sekretaris Jenderal KPKB Zefferi meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan beberapa hari lalu.

Menurut Zefferi, persoalan water tank berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Fasilitas tersebut berada di kawasan yang berdekatan dengan permukiman warga.

“Kami meminta KPK dan Kejaksaan Agung menindaklanjuti laporan yang sudah kami sampaikan. Kami berharap laporan tersebut tidak berhenti begitu saja,” ujar Zefferi.

KPKB Minta Pemeriksaan Menyeluruh

KPKB meminta aparat berwenang memeriksa pembangunan dan pengelolaan water tank tersebut.

Pemeriksaan, kata Zefferi, perlu mencakup aspek pembangunan, perizinan, kelayakan teknis, pengoperasian, hingga pemeliharaan.

Warga di sekitar lokasi juga membutuhkan kepastian mengenai keamanan fasilitas tersebut. Kapasitas tangki yang mencapai 10 juta liter membuat aspek teknis perlu mendapat penjelasan.

KPKB menilai keterbukaan informasi penting untuk mencegah munculnya spekulasi di tengah masyarakat.

Zefferi menegaskan pihaknya tidak ingin mengambil kesimpulan sepihak. Ia meminta lembaga berwenang memeriksa persoalan tersebut berdasarkan dokumen dan fakta.

“Kalau memang semuanya sesuai aturan dan aman, masyarakat harus mendapatkan penjelasan. Tetapi kalau ditemukan persoalan, harus ada langkah penyelesaian,” katanya.

Dirut Tirta Asasta Belum Merespons

Sorotan juga mengarah kepada manajemen PT Tirta Asasta Depok. M. Olik Abdul Holik belum memberikan keterangan mengenai desakan KPKB dan laporan yang disebut telah disampaikan kepada KPK serta Kejaksaan Agung.

Harian Merdeka telah menghubungi Olik melalui WhatsApp. Konfirmasi itu meminta penjelasan mengenai laporan KPKB serta dugaan penyimpangan dalam pembangunan dan pengelolaan water tank berkapasitas 10 juta liter.

Hingga berita ini ditulis, pesan tersebut belum mendapat tanggapan.

Harian Merdeka tetap membuka ruang bagi PT Tirta Asasta Depok untuk memberikan klarifikasi atau penjelasan terkait persoalan tersebut.

Sebelumnya, warga sekitar juga menyoroti keberadaan water tank tersebut. Kekhawatiran warga terutama berkaitan dengan kapasitas tangki yang besar dan lokasinya yang berada di sekitar permukiman.

Kini, publik menunggu penjelasan resmi PT Tirta Asasta Depok. Penjelasan tersebut mencakup kondisi water tank, dasar pembangunan, pengoperasian, serta respons perusahaan terhadap laporan KPKB.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari M. Olik Abdul Holik mengenai persoalan tersebut.(hmi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *