Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Kapolda Metro Jaya Luncurkan Program Bapak-Ibu Asuh dan Sahabat Pelajar

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri menggagas program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar. Program ini bertujuan mendekatkan Polri dengan pelajar.

Kapolda Metro Jaya meluncurkan program tersebut di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Sejumlah kepala sekolah se-DKI Jakarta dan pejabat utama Polda Metro Jaya turut menghadiri kegiatan tersebut.

Melalui program ini, personel kepolisian akan mendampingi dan membina siswa. Polisi juga akan membangun komunikasi secara berkelanjutan dengan para pelajar.

Kehadiran polisi tidak hanya melalui kegiatan penyuluhan. Personel juga akan membangun kedekatan agar pelajar memiliki ruang aman untuk bertanya dan bercerita.

“Yang kita bangun melalui program ini adalah sistem pencegahan sejak dini agar anak-anak kita tidak masuk situasi yang bisa merugikan masa depannya,” kata Asep dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026).

Program Bapak-Ibu Asuh Lanjutkan FKPMS

Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar menjadi tindak lanjut Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS).

Kapolda Metro Jaya meluncurkan FKPMS pada 11 Maret 2026. Program tersebut sebelumnya berkembang di 11 sekolah di Jakarta.

FKPMS menjadi wadah komunikasi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Forum itu juga mendorong deteksi dini terhadap berbagai persoalan di lingkungan pendidikan.

Selain itu, FKPMS membantu sekolah dan kepolisian menangani persoalan yang berkaitan dengan keamanan pelajar.

Polisi Jadi Sahabat Pelajar

Polda Metro Jaya ingin menghadirkan polisi sebagai sosok yang dapat dipercaya pelajar. Personel akan memberikan pemahaman tentang risiko tindakan yang melanggar hukum.

Polisi juga akan membantu siswa menghadapi tekanan, ajakan, atau pengaruh yang berpotensi merugikan masa depan mereka.

Asep menegaskan, kepolisian tidak dapat menjalankan perlindungan pelajar sendirian. Karena itu, personel harus memahami karakter lingkungan sekolah dan dinamika yang dihadapi siswa.

Selanjutnya, polisi perlu membangun komunikasi yang baik dengan guru dan orang tua.

Cegah Masalah Pelajar Sejak Dini

Orang tua dan sekolah memiliki peran penting dalam pendampingan pelajar. Komunikasi terbuka dapat membantu mereka mengenali persoalan sejak awal.

Dengan cara tersebut, pihak sekolah dan keluarga dapat menangani masalah sebelum berkembang lebih jauh.

Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar juga mendukung pencegahan perundungan, kekerasan, tawuran, dan pengaruh negatif media sosial.

Melalui program ini, Polda Metro Jaya mendorong kemitraan yang lebih erat antara polisi, sekolah, orang tua, dan siswa.

Polisi diharapkan hadir sebagai pihak yang mau mendengar dan membantu pelajar ketika menghadapi persoalan. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *