JAKARTA | rayacom.id
Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario de Marshall, melontarkan kritik kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara. Hercules mengingatkan Ara agar tidak membawa pola pikir dan cara-cara politik masa lalu ke dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut disampaikan Hercules melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram GRIB Jaya. Video itu dikutip pada Jumat (23/10/2026).
Hercules mengaku telah mengenal Maruarar sebelum politikus tersebut menjabat sebagai menteri. Ia juga menyinggung perjalanan politik Ara sebelum bergabung dengan pemerintahan saat ini.
” Sekarang kamu menteri di dalam pemerintahan, Presiden yang ke-8. Kau sadar diri, kau jangan pakai otak kamu yang nakal dulu, kamu masih di jalur merah, kamu loncat ke jalur oranye, aku tahu kamu,” ujar Hercules.
Hercules Tegaskan Dukungan kepada Pemerintahan Prabowo
Dalam video tersebut, Hercules juga menyatakan dukungannya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menggambarkan dirinya sebagai petarung yang siap membela kepentingan bangsa.
“Ini pejuang, petarung yang aslinya. Untuk pemerintah saat ini, Hercules yang petarung asli, darah merah putih harga mati. Bagaimana pemerintah ini harus dipegang Bapak Presiden Prabowo,” katanya.
Namun, Hercules juga melontarkan tuduhan terhadap Maruarar. Ia menyinggung perpindahan partai politik dan mempertanyakan motif di balik langkah politik tersebut.
“Hei Ara Sirait. Kalau kamu benar aku dukung, tapi kamu masih mau pakai otak-otak dulu kamu masih di merah, rampok-rampok terus, sekarang kamu menyelamatkan diri, menempel ke biru, terus kamu mau pakai rampok lagi, terus kamu berhadapan dengan saya,” ujar Hercules.
Pernyataan itu memuat tuduhan serius terhadap Maruarar. Meski demikian, pernyataan Hercules tidak dengan sendirinya membuktikan adanya tindak pidana atau pelanggaran hukum yang dilakukan oleh sang menteri.
Hercules Singgung Persoalan Pembebasan Lahan
Selain menyoroti perjalanan politik Maruarar, Hercules juga menyinggung persoalan lahan yang menurutnya telah dibebaskan sejak lama dengan menggunakan dana puluhan miliar rupiah.
Ia menyatakan bahwa lahan yang kini menjadi sorotan bukanlah tanah kosong tanpa riwayat penguasaan atau pembebasan.
Namun, informasi yang tersedia belum menjelaskan secara terperinci lokasi lahan, pihak yang melakukan pembebasan, nilai transaksi, maupun hubungan persoalan tersebut dengan Maruarar.
Karena itu, duduk perkara tersebut masih memerlukan penjelasan lebih lanjut. Dokumen kepemilikan, bukti transaksi, riwayat pembebasan, dan keterangan pihak-pihak terkait diperlukan untuk memverifikasi klaim yang disampaikan Hercules.
Persoalan pertanahan tidak cukup diselesaikan melalui pernyataan di ruang publik. Kejelasan dokumen dan status hukum tanah menjadi unsur penting untuk menentukan hak serta tanggung jawab masing-masing pihak.
Publik Menanti Klarifikasi Maruarar
Pernyataan Hercules membuka perhatian publik terhadap persoalan lahan yang ia singgung. Namun, substansi persoalan tersebut perlu diuji melalui bukti dan keterangan dari seluruh pihak terkait.
Sebagai pejabat publik, Maruarar dapat memberikan penjelasan apabila persoalan tersebut berkaitan dengan dirinya atau pelaksanaan tugasnya sebagai menteri. Di sisi lain, tuduhan mengenai dugaan perbuatan melawan hukum juga memerlukan bukti yang dapat diverifikasi.
Hingga naskah ini disusun, bahan berita yang tersedia belum memuat tanggapan Maruarar atas pernyataan Hercules. Dokumen yang dapat memastikan klaim mengenai pembebasan lahan tersebut juga belum tersedia.
Dengan demikian, publik masih perlu menunggu klarifikasi dari pihak-pihak terkait. Langkah itu penting agar persoalan ini tidak berhenti sebagai polemik di media sosial, tetapi dapat dinilai berdasarkan fakta dan bukti yang jelas.(hmi)