JAKARTA | rayaacom.id
Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), Dedi Prasetyo, bertemu dengan pimpinan Badan Bank Tanah untuk membahas penguatan pelaksanaan reforma agraria. Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah awal BRAN dalam menyusun program dan agenda kerja kelembagaan.
Pertemuan berlangsung di Ruang Kepala Badan Pelaksana Bank Tanah, Wisma Nusantara, Jakarta, Kamis (8/10/2026). Kedua pihak berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai pengelolaan tanah serta pelaksanaan program reforma agraria.
“Hari ini saya menemui pimpinan Bank Tanah. Kita berdiskusi dan bertukar pengalaman tentang bagaimana bersama-sama mendukung pelaksanaan reforma agraria agar semakin memberikan manfaat bagi rakyat,” ujar Dedi dalam keterangannya.
Menurut Dedi, pelaksanaan reforma agraria membutuhkan komunikasi dan kerja sama antarlembaga. Setiap pihak perlu menjalankan tugas sesuai kewenangannya agar program berjalan terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Reforma agraria merupakan pekerjaan bersama. Karena itu komunikasi, koordinasi dan sinergi antarlembaga sangat penting agar setiap langkah yang kita lakukan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat,” katanya.
Bank Tanah Paparkan Pengalaman Reforma Agraria
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Badan Pelaksana Bank Tanah Hakiki Sudrajat memaparkan peran lembaganya dalam penyediaan dan pengelolaan tanah untuk berbagai kepentingan, termasuk reforma agraria.
Bank Tanah juga berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan reforma agraria di atas Hak Pengelolaan (HPL). Pembahasan mencakup penataan akses dan pemberdayaan masyarakat.
Selanjutnya, Dedi memaparkan gambaran cetak biru dan peta jalan BRAN periode 2026–2029. Materi tersebut mencakup arah pembangunan kelembagaan, penguatan data agraria, penyusunan program kerja, dan agenda prioritas.
Melalui pembahasan ini, BRAN mendorong koordinasi dengan Bank Tanah sesuai tugas dan kewenangan masing-masing lembaga.
BRAN Siapkan Agenda 100 Hari Pertama
Pada tahap awal pembentukan kelembagaan, Dedi memprioritaskan konsolidasi internal dan penyusunan agenda kerja. BRAN juga menyiapkan sejumlah target untuk 100 hari pertama.
Agenda tersebut meliputi pemetaan dan penanganan kasus agraria prioritas, penguatan kanal komunikasi dan pengaduan masyarakat, serta pengembangan basis data agraria.
Selain itu, BRAN menyiapkan program dan rencana kerja, regulasi pendukung kelembagaan, serta koordinasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya.
“100 hari pertama ini kita gunakan untuk membangun fondasi yang kuat. Kita menyusun program secara terukur, memperkuat koordinasi dan memastikan setiap langkah memiliki arah yang jelas,” ujar Dedi.
Data Terpadu Jadi Dasar Penentuan Prioritas
Dedi juga menekankan pentingnya data agraria yang akurat dan terpadu. Data tersebut diperlukan untuk mendukung perencanaan, menentukan prioritas, serta memastikan pelaksanaan program lebih tepat sasaran.
“Data menjadi salah satu fondasi penting. Kita ingin setiap kebijakan dan program didukung oleh informasi yang akurat sehingga pelaksanaannya dapat semakin tepat sasaran,” katanya.
Untuk mendukung agenda tersebut, BRAN membuka ruang kerja sama dengan Bank Tanah dalam pertukaran informasi dan pengalaman. Koordinasi juga akan berlanjut dengan kementerian dan lembaga lain yang memiliki peran dalam pelaksanaan reforma agraria.
“Kita ingin membangun sinergi yang baik. Masing-masing memiliki tugas dan pengalaman yang berbeda, tetapi tujuannya sama, yaitu mendukung reforma agraria yang memberikan kepastian, kemanfaatan dan kesejahteraan bagi rakyat,” tegas Dedi.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Badan Bank Tanah, yakni Perdananto Aribowo, Deputi Bidang Perencanaan Strategis dan Pengadaan Tanah; Dwi Budi Martono, Sekretaris Komite Badan Bank Tanah; Embun Sari, Ketua Dewan Pengawas Badan Bank Tanah; serta Himawan Arief Sugoto, Penasehat Utama Kepala Badan Pelaksana.
Pertemuan ini menjadi bagian dari komunikasi awal BRAN dengan Badan Bank Tanah dalam mematangkan program dan agenda kerja reforma agraria.
“Hari ini kita berdiskusi dengan Bank Tanah. Selanjutnya kita akan terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Kita bekerja bersama, memperkuat koordinasi dan terus bergerak untuk memberikan manfaat bagi rakyat,” tutup Dedi. (fin)