Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Ketum APKLI MP Soroti Peran UKM PKL dalam Model Ekonomi Nasional

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Asosiasi Usaha Kecil, Mikro, dan Pedagang Kaki Lima Merah Putih (APKLI MP) mendorong agar pelaku usaha kecil dan mikro serta pedagang kaki lima (UKM PKL) mendapat peran lebih besar dalam transformasi ekonomi nasional.

Ketua Umum APKLI Merah Putih, dr. Ali Mahsun Atmo, M.Biomed, menilai pembaruan model dan tata kelola ekonomi Indonesia perlu melibatkan sektor ekonomi akar rumput. Menurutnya, keberadaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) perlu memberi dampak nyata bagi pemberdayaan pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia.

Ali menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri Investor Daily Summit (IDS) 2026 bertema “Indonesia’s Economic Model” di Raffles Hotel, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

APKLI MP Dorong Investasi Menjangkau Ekonomi Rakyat

Ali menegaskan transformasi ekonomi nasional tidak boleh mengabaikan usaha kecil yang menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat. Ia berharap investasi strategis melalui Danantara turut membuka peluang bagi UKM PKL untuk berkembang.

“Danantara sebagai pengelola investasi strategis harus mampu menjangkau hingga ke ekonomi akar rumput, dirasakan pelaku UKM PKL di negeri ini. Karena ekonomi rakyat kecil adalah tulang punggung yang menjaga ketahanan ekonomi nasional di saat krisis, dan gantungan isi perut ratusan juta penduduk sehingga keterlibatan sektor ini wajib menjadi bagian utama dari pembaharuan model dan tata kelola ekonomi Indonesia melalui keberadaan Danantara,” ujar Ali di sela forum tersebut.

Ia juga mengaitkan penguatan ekonomi rakyat dengan upaya memanfaatkan bonus demografi dan mewujudkan Indonesia sebagai negara maju pada 2045. APKLI MP mendorong pengembangan 100 juta pelaku ekonomi rakyat yang memiliki daya saing.

Menurut Ali, keterlibatan UKM PKL perlu tercermin dalam kebijakan, akses pembiayaan, dan dukungan terhadap fasilitas usaha produktif.

Danantara Tekankan Kemitraan Inklusif

Dalam forum yang sama, Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa Danantara tidak hanya mengandalkan ekosistem badan usaha milik negara.

Dony menekankan pentingnya keterlibatan berbagai unsur dunia usaha untuk menggerakkan perekonomian nasional.

“Danantara tidak akan memberikan kontribusi maksimal apabila hanya mengandalkan ekosistem BUMN. Keterlibatan seluruh dunia usaha dan elemen ekonomi menjadi bagian penting dalam menggerakkan roda ekonomi nasional,” kata Dony.

Pernyataan tersebut menekankan pentingnya kemitraan lintas sektor dalam mendorong aktivitas ekonomi. Bagi UKM PKL, perluasan kemitraan dapat menjadi peluang untuk memperkuat akses terhadap pasar, pembiayaan, dan fasilitas usaha.

UKM PKL Harapkan Akses Pembiayaan Lebih Luas

Melalui partisipasi dalam IDS 2026, APKLI MP berharap pelaku usaha kecil, mikro, dan pedagang kaki lima mendapat perhatian lebih besar dalam kebijakan investasi nasional.

Organisasi tersebut mendorong terbukanya akses pembiayaan dan fasilitas usaha produktif agar pelaku UKM PKL dapat meningkatkan kapasitas serta daya saingnya.

APKLI MP juga berharap sektor usaha rakyat mendapat kesempatan lebih luas untuk berkembang dan naik kelas. Dengan demikian, transformasi ekonomi nasional diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan investasi, tetapi juga membuka manfaat yang lebih merata bagi pelaku usaha kecil. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *