Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Wamendagri Wiyagus Dorong Demak Jadi Model Penanganan TBC Nasional

Bagikan: Facebook X WhatsApp

DEMAK | rayacom.id

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mendorong Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menjadi model penanganan tuberkulosis (TBC) bagi daerah lain di Indonesia.

Menurut Wiyagus, capaian terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) di Demak menunjukkan pentingnya kepemimpinan kepala daerah dan kolaborasi lintas sektor. Kedua faktor tersebut dapat memperkuat upaya pencegahan dan penanganan TBC.

“Ini menarik, ternyata anggaran tidak selalu linier dengan capaian. Ini tidak lepas dari kinerja dan kolaborasi antarpemangku kepentingan,” ujar Wiyagus saat meninjau layanan active case finding TBC di Pendopo Kabupaten Demak, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan tersebut mengintegrasikan penemuan kasus aktif TBC dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan layanan spesialis keliling.

Capaian TPT Demak Capai 73 Persen

Wiyagus mengapresiasi Bupati Demak yang mengoordinasikan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung program penanganan TBC.

Dalam kesempatan itu, ia mengutip paparan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus yang menyebut capaian terapi pencegahan tuberkulosis di Demak mencapai sekitar 73 persen.

Selain koordinasi pemerintah daerah, pelibatan aparat kewilayahan turut membantu menjangkau masyarakat. Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) ikut memberikan edukasi kepada warga.

Melalui pendekatan dari rumah ke rumah atau door to door, mereka menjelaskan informasi mengenai TBC. Pendekatan ini juga bertujuan mendorong warga menjalani pemeriksaan dan pengobatan tanpa rasa takut.

“Saya akan mengangkat model penanganan TBC di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, ini menjadi model yang harus diadopsi oleh seluruh kabupaten yang ada di Indonesia,” tegas Wiyagus.

Wiyagus Dorong Pertukaran Pengalaman Antardaerah

Wiyagus menilai pemerintah daerah perlu menjaga koordinasi dengan instansi vertikal secara berkelanjutan. Karena itu, ia mendorong penguatan sinergi melalui Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Menurutnya, koordinasi tersebut dapat membantu pemerintah memperkuat pelaksanaan program kesehatan dan memperluas jangkauan layanan bagi masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, Wiyagus berencana menghubungi para bupati dari daerah yang pernah ia kunjungi. Ia ingin mendorong mereka bertukar pengalaman dengan Pemerintah Kabupaten Demak.

Dengan cara tersebut, pemerintah daerah lain dapat mempelajari praktik penanganan TBC di Demak. Selanjutnya, mereka dapat menyesuaikan penerapannya dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Penanganan TBC Dukung Indonesia Emas 2045

Wiyagus menegaskan bahwa penanganan TBC merupakan bagian dari upaya memenuhi hak masyarakat atas pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat pencegahan penyakit sekaligus memastikan masyarakat memperoleh akses layanan yang memadai.

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menjaga kesehatan masyarakat. Upaya tersebut menjadi salah satu bagian dari persiapan sumber daya manusia yang sehat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

(fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *