Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Wamendagri Bima Arya: Generasi Muda Punya Peran Strategis Menentukan Masa Depan Indonesia

Bagikan: Facebook X WhatsApp

BANDUNG | rayacom.id

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan Indonesia. Ia menyebut momentum bonus demografi menjadi peluang besar yang harus generasi muda manfaatkan.

Bima menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Corsara 2026–2027 di Universitas Komputer Indonesia, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (22/9/2026).

Menurut Bima, Indonesia memiliki peluang mendorong kemajuan dalam dua dekade mendatang. Jumlah penduduk usia produktif yang lebih besar menjadi salah satu modal untuk mencapai tujuan tersebut.

Namun, Indonesia perlu mengelola bonus demografi secara tepat. Tanpa pengelolaan yang baik, jumlah penduduk usia produktif juga dapat berubah menjadi beban.

“Ini adalah bonus yang enggak semua negara punya. Negara-negara yang bisa loncat tadi, itu berhasil memanfaatkan usia produktifnya sehingga jadi motor penggerak, maju, dahsyat sekali,” ujar Bima.

Bima Dorong Generasi Muda Bangun Mindset

Bima mengatakan jumlah penduduk usia produktif harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, pola pikir atau mindset menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk kualitas generasi muda. Pola pikir seseorang turut memengaruhi tindakan, sikap, dan karakter dalam menjalani kehidupan.

“Perbuatan Anda menentukan sikap dan karakter Anda. Karakter Anda menentukan takdir Anda,” tegas Bima.

Karena itu, Bima mendorong mahasiswa mengembangkan growth mindset. Ia meminta generasi muda membuka diri terhadap berbagai pandangan dan terus belajar menghadapi perubahan.

“Kunci utama sukses menuju pemenang adalah growth mindset. Buka pikiran kalian, buka perspektif kalian, mau mendengar, mau beradaptasi,” ungkapnya.

Kompetensi Harus Berjalan Bersama Karakter

Selain mindset, Bima menekankan pentingnya karakter dalam perjalanan generasi muda. Menurut dia, kompetensi dapat membantu seseorang mencapai posisi atau prestasi tertentu.

Namun, karakter membantu seseorang mempertahankan pencapaian tersebut. Karena itu, mahasiswa perlu aktif mencari pengalaman selama menjalani pendidikan tinggi.

Bima mendorong mahasiswa mengikuti organisasi, komunitas, serta berbagai kegiatan sosial. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat membantu mahasiswa menghadapi persoalan secara langsung.

“Jemput karakter itu, cemplung ke permasalahan, aktif di organisasi, komunitas, dan lain-lain. Ini dia tadi ya, kompetensi itu akan membawa kalian ke puncak, kompetensi itu. Tapi yang membuat Anda bertahan di atas itu karakter,” katanya.

Generasi Muda Hadapi Perkembangan AI

Bima juga menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurutnya, teknologi tersebut memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan produktivitas manusia.

Namun, generasi muda tetap perlu menjaga kemampuan berpikir dan kreativitas. Bima mengingatkan mahasiswa agar tidak menyerahkan seluruh proses berpikir kepada teknologi.

Karena itu, ia mendorong generasi muda menggunakan AI secara bijak. Menurut Bima, perkembangan teknologi harus berjalan bersama kemampuan manusia untuk berpikir, beradaptasi, dan menjaga nilai kemanusiaan.

“AI perlu diseimbangkan dengan ethics, dengan morality, dengan isu-isu human,” tandas Bima.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *