Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Panggil 800 Pati TNI-Polri, Presiden Prabowo Tekankan Modernisasi Pertahanan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sekitar 800 perwira tinggi (Pati) TNI dan Polri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung sekitar enam jam. Prabowo memberikan sejumlah arahan terkait profesionalisme prajurit, perkembangan teknologi pertahanan, serta tantangan keamanan di masa depan.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengatakan Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI-Polri terhadap berbagai program pemerintah.

“Presiden mengucapkan terima kasih atas sumbangsih TNI dan Polisi yang selama ini mendukung program pemerintah baik ketahanan pangan, ketahanan energi, termasuk menjaga situasi keamanan saat ini. Beliau mengapresiasi,” kata Dudung kepada awak media setelah pertemuan.

Prabowo Soroti Profesionalisme Prajurit

Menurut Dudung, Prabowo mengingatkan pentingnya profesionalisme TNI dan Polri dalam menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang.

Salah satu perhatian Presiden adalah sistem rekrutmen prajurit dan personel kepolisian. Kemampuan calon personel, kata Dudung, tidak cukup hanya diukur dari aspek fisik.

“Kemudian harus menyiapkan juga secara profesional baik sistem rekrutmen ke depan itu adalah tidak serta melihat tentang fisik, tetapi adalah intelektual. Jadi kalau misalnya masuk tentara, polisi pakai kacamata juga boleh, tapi dia pintar,” ujarnya.

Karena itu, pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis.

Perang Hybrid Jadi Perhatian

Selain sumber daya manusia, Prabowo juga menyoroti perubahan karakter perang dan perkembangan teknologi militer.

Dudung mengatakan tantangan keamanan ke depan mencakup perang hybrid serta penggunaan teknologi seperti drone.

“Karena tantangan ke depan ini kan perang itu kan perang hybrid, perang pakai drone dan sebagainya. Sehingga itu yang menjadi konsentrasi bapak Presiden,” katanya.

Menurut Dudung, perkembangan tersebut membuat TNI dan Polri perlu terus meningkatkan kemampuan personel.

Pendidikan dan latihan juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan profesionalisme prajurit.

Pati TNI-Polri Hadiri Pertemuan

Para Pati TNI-Polri mulai tiba di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar satu jam sebelum pertemuan dimulai.

Berdasarkan undangan yang dibawa para Pati, pertemuan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB.

Namun, para Pati baru mulai meninggalkan Kompleks Istana sekitar pukul 16.12 WIB. Dengan demikian, agenda tersebut berlangsung sekitar enam jam.

Pertemuan tersebut menjadi salah satu forum bagi Presiden Prabowo untuk menyampaikan arah kebijakan pertahanan dan keamanan kepada jajaran pimpinan tinggi TNI-Polri.

Selain profesionalisme, arahan Presiden juga menekankan pentingnya kesiapan menghadapi perkembangan teknologi serta dinamika keamanan global. (fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *