Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Revamping Ammonia Pabrik-2, Pupuk Kaltim Hemat Rp228 Miliar per Tahun

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) memproyeksikan penghematan biaya produksi hingga US$14,3 juta atau sekitar Rp228 miliar per tahun melalui proyek revamping Ammonia Pabrik-2.

Proyek tersebut menurunkan konsumsi energi lebih dari 10 persen sekaligus meningkatkan kapasitas produksi amonia. Capaian itu menjadi bagian dari upaya Pupuk Kaltim meningkatkan efisiensi operasional.

Konsumsi Energi Ammonia Pabrik-2 Turun

Pupuk Kaltim menandai keberhasilan proyek melalui penandatanganan Deklarasi Bersama atau Joint Declaration dengan Casale SA di Lugano, Swiss, pada 6 Oktober 2026.

Direktur Operasi Pupuk Kaltim Teguh Ismartono menandatangani deklarasi tersebut bersama Chief Executive Officer Casale SA Federico Zardi.

Sebelumnya, Ammonia Pabrik-2 menjalani uji kinerja selama 168 jam atau tujuh hari berturut-turut pada Agustus 2026. Hasil pengujian menunjukkan proyek revamping memenuhi target kinerja yang telah ditetapkan.

Konsumsi energi turun dari 39,28 menjadi 35,25 MMBTU per ton amonia. Dengan demikian, penghematan mencapai 4,03 MMBTU per ton dan melampaui target minimal 4,00 MMBTU per ton.

Penurunan konsumsi energi tersebut berdampak langsung terhadap biaya produksi. Pasalnya, gas bumi menjadi bahan baku sekaligus sumber energi utama dalam produksi amonia.

Kapasitas Produksi Ikut Meningkat

Selain menekan konsumsi energi, proyek revamping juga meningkatkan kapasitas produksi Ammonia Pabrik-2.

Kapasitas produksi rata-rata naik dari 1.767 ton menjadi 1.841 ton amonia per hari. Angka tersebut menunjukkan peningkatan kapasitas sebesar 4,18 persen.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan capaian tersebut membuktikan hasil nyata dari proyek revamping pada fasilitas yang telah beroperasi sejak 1984.

“Deklarasi bersama ini menunjukkan hasil nyata proyek revamping. Pabrik yang beroperasi sejak 1984 kini memakai energi lebih sedikit dan menghasilkan amonia lebih banyak, sesuai target yang kami sepakati bersama,” ujar Rafli.

Menurut Rafli, capaian tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pupuk Kaltim dalam menerapkan operational excellence.

“Dengan biaya produksi harian yang lebih rendah dan pasokan bahan baku urea yang lebih andal, kami dapat menjaga kinerja produksi yang kuat untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” katanya.

Revamping Perkuat Efisiensi Operasional

Peningkatan produksi amonia diharapkan memperkuat ketersediaan bahan baku utama untuk produksi urea Pupuk Kaltim.

Dengan kapasitas yang lebih tinggi dan konsumsi energi yang lebih rendah, proyek tersebut memberikan dampak terhadap efisiensi operasional. Selain itu, langkah ini juga mendorong peningkatan produktivitas fasilitas.

Revamping menjadi pilihan untuk memodernisasi fasilitas lama tanpa membangun pabrik baru dari awal. Pupuk Kaltim mengerjakan proyek tersebut bersama Casale SA, perusahaan berbasis di Lugano, Swiss.

Casale SA menyediakan teknologi, rekayasa, dan konstruksi untuk fasilitas produksi amonia, urea, metanol, serta berbagai jenis pupuk.

Teknologi Pabrik Diperbarui

Dalam proyek Ammonia Pabrik-2, Pupuk Kaltim dan Casale SA memperbarui sejumlah teknologi dan peralatan utama.

Pembaruan tersebut mencakup shift converter, ammonia converter, dan CO2 removal system. Selain itu, proyek juga mengintegrasikan Distributed Control System (DCS).

Berbeda dengan pembangunan fasilitas baru, revamping memperbarui teknologi dan peralatan pada fasilitas yang sudah ada. Pendekatan ini tetap mempertahankan sebagian besar infrastruktur awal.

CEO Casale SA Federico Zardi mengatakan pihaknya ingin melanjutkan kerja sama dengan Pupuk Kaltim melalui pendekatan kolaboratif.

“Kami sangat bangga dapat bekerja sama dan membantu meningkatkan kinerja serta efisiensi Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim. Kami melihat ini sebagai awal dari kemitraan yang kuat,” kata Federico.

Menurut dia, Casale SA ingin membangun hubungan yang lebih kolaboratif dengan Pupuk Kaltim.

“Kami ingin membangun pendekatan kolaborasi, bukan sekadar hubungan klien dan pelanggan, agar tujuan dapat dicapai bersama, seperti dalam proyek ini. Itulah pendekatan yang ingin kami lanjutkan ke depan, untuk bersama Pupuk Kaltim memajukan perusahaan,” ujarnya. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *