JAKARTA | rayacom.id
Survei nasional Adidaya Institute mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mencapai 76,1 persen.
Selain itu, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Sudaryono tercatat sebesar 68,8 persen. Hasil tersebut menunjukkan penilaian positif responden terhadap kinerja Kepala BGN.
Kepercayaan terhadap Sudaryono Capai 76,1 Persen
Direktur Politik dan Demokrasi Adidaya Institute Ahmad Fadhli mengatakan hasil survei menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Sudaryono cukup tinggi.
“Hasil survei mencatat Sudaryono (Kepala BGN) memperoleh kepercayaan sangat tinggi dari masyarakat (76,1 persen). Begitu pun dengan tingkat kepuasan yang mencapai level 68,8 persen. Itu berarti publik puas dengan kinerja Sudaryono,” ujar Fadhli dalam konferensi pers di kantor Adidaya Institute, Rabu (7/10/2026).
Sementara itu, survei mencatat 55 persen responden puas terhadap kinerja BGN. Sebanyak 52,9 persen responden juga yakin BGN mampu mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan baik.
“Lebih dari separuh warga puas dengan kinerja BGN. Mereka juga yakin BGN mampu menjalankan MBG dengan baik,” kata Fadhli.
Mayoritas Responden Dukung Program MBG
Survei Adidaya Institute juga mengukur pandangan masyarakat terhadap keberlanjutan program MBG.
Hasilnya, 61,6 persen responden meminta pemerintah melanjutkan program tersebut. Kemudian, 66,5 persen responden menilai MBG memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Direktur Eksekutif Adidaya Institute Rahman Toha Budiarto mengatakan hasil tersebut menunjukkan dukungan publik terhadap MBG masih kuat.
“Dukungan publik terhadap (program) MBG terbukti sangat kuat. Ini tentu membantah narasi buruk yang menyebut program ini justru tidak dikehendaki masyarakat. Sekitar 6 dari 10 warga ingin program MBG dilanjutkan dan 2 dari 3 orang warga merasa program ini bermanfaat,” ujar Rahman.
Selain itu, 69,9 persen responden menyatakan setuju dengan program MBG. Sebanyak 58,2 persen menilai program tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Survei juga mencatat 63 persen responden melihat dampak langsung MBG bagi keluarga. Sementara itu, 63,4 persen responden meyakini program tersebut berdampak terhadap perbaikan gizi.
“Itu artinya sebagian besar masyarakat menilai program MBG sesuai dengan kebutuhan publik dan berdampak baik pada kesehatan serta peningkatan gizi. Dan tentu saja itu bermakna masyarakat memahami tujuan MBG,” tuturnya.
Penerima MBG Dinilai Tepat Sasaran
Adidaya Institute turut mengukur persepsi masyarakat mengenai penerima manfaat program MBG.
Sebanyak 73,8 persen peserta didik tercatat sudah menerima program tersebut. Selain itu, 33,4 persen anak balita dan 25,5 persen ibu hamil juga tercatat telah menerima manfaat MBG.
“Itu berarti menurut penilaian publik, penerima program MBG sudah tepat sasaran,” ucap Rahman.
Dari sisi menu, sebanyak 54,6 persen responden menilai makanan MBG lebih bergizi dibandingkan makanan di rumah.
Rahman mengatakan responden juga menilai menu MBG lebih bervariasi dan berkualitas.
“Menu MBG dinilai lebih bergizi, lebih bervariasi dan lebih berkualitas daripada makanan di rumah,” ungkapnya.
Tata Kelola Jadi Kritik Utama
Meski mayoritas responden memberikan penilaian positif, survei tersebut juga menemukan sejumlah persoalan yang masih mendapat sorotan publik.
Tiga isu utama yang dinilai menjadi masalah dalam pelaksanaan MBG ialah tata kelola sebesar 33,9 persen, korupsi 25,7 persen, dan anggaran 15,1 persen.
Karena itu, Adidaya Institute memberikan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat pelaksanaan program MBG.
“Rekomendasi utama kami soal penguatan pemeriksaan berkala dapur SPPG, transparansi anggaran, penyediaan saluran khusus crisis center MBG, serta pelibatan peternak-nelayan dan UMKM lokal,” pungkas Rahman.
Survei Libatkan 1.240 Responden
Adidaya Institute melakukan survei secara tatap muka pada 15-21 September 2026. Survei tersebut melibatkan 1.240 responden yang tersebar di 38 provinsi.
Survei menggunakan tingkat kepercayaan 95 persen. Sementara itu, margin of error tercatat sekitar 2,78 persen. (fin)