Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

SBY Tegaskan Kepentingan Negara Harus di Atas Partai, Ingatkan Elite Politik

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengingatkan para elite politik agar menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan kelompok maupun partai politik.

SBY menilai, pengalaman menduduki jabatan tertinggi di negara tidak otomatis menjadikan seseorang sebagai negarawan. Menurutnya, predikat tersebut harus tercermin melalui pemikiran, sikap, dan tindakan yang mengutamakan kepentingan nasional.

“Negarawan itu tidak harus mantan presiden. Bukan semua (mantan presiden) bisa menjadi negarawan kalau memikirkan kepentingan bangsa dan negara. Country over party, country first (negara di atas partai, negara yang utama),” tegas SBY.

SBY Ingatkan Elite Politik Utamakan Kepentingan Nasional

SBY juga mengingatkan para mantan pejabat tinggi negara agar memberikan keteladanan dalam kehidupan demokrasi.

Pengalaman memimpin negara semestinya menjadi modal untuk menjaga persatuan. Karena itu, para elite politik perlu mempertimbangkan dampak setiap pernyataan dan langkah politik terhadap kehidupan berbangsa.

Menurut pesan yang disampaikan SBY, kepentingan kelompok maupun partai tidak boleh mengalahkan kepentingan republik. Sebaliknya, para pemimpin politik harus menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas.

Demokrasi Bukan Sekadar Perebutan Kekuasaan

Pesan SBY menyoroti pentingnya kedewasaan politik dalam menjaga demokrasi. Demokrasi tidak hanya berkaitan dengan perebutan kekuasaan atau kemenangan dalam pemilihan umum.

Lebih dari itu, demokrasi membutuhkan tanggung jawab kebangsaan, sikap saling menghormati, dan komitmen untuk menjaga persatuan.

Namun, tanpa informasi mengenai waktu, tempat, dan konteks pernyataan tersebut, belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa SBY sedang menyindir mantan presiden tertentu atau menanggapi konflik politik tertentu.

Konteks pernyataan perlu dilengkapi agar pembaca dapat memahami pesan SBY secara utuh. (fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *