Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Plt Bupati Pekalongan: Turap Jembatan Pantianom Dikebut, Target Rampung Awal Desember

Bagikan: Facebook X WhatsApp

PEKALONGAN | rayacom.id

Pemerintah Kabupaten Pekalongan mempercepat pembangunan turap Jembatan Pantianom yang sebelumnya mengalami longsor. Pemkab menargetkan pekerjaan tersebut rampung paling lambat awal Desember 2026 agar akses masyarakat kembali aman dan nyaman.

Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., meninjau langsung proses pembangunan turap Jembatan Pantianom pada Selasa (15/9/2026). Peninjauan itu bertujuan memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi konstruksi maupun pelaksanaan di lapangan.

Sukirman mengatakan pembangunan turap telah berjalan sekitar dua pekan. Ia menilai monitoring langsung penting untuk memastikan konstruksi sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan.

“Kita memastikan pembangunan turap Jembatan Pantianom. Jembatan ini sebelumnya mengalami longsor, sehingga pembangunan sudah mulai berjalan sejak sekitar dua pekan lalu,” ujar Sukirman.

Pembangunan Turap Ditargetkan Rampung Desember

Sukirman mengatakan Pemkab Pekalongan akan melakukan kajian dan koordinasi apabila menemukan persoalan selama proses pembangunan. Langkah tersebut bertujuan memastikan hasil pekerjaan tetap sesuai perencanaan.

“Alhamdulillah, sejauh ini sudah sangat sesuai dengan rencana. Insya Allah, selambat-lambatnya awal Desember, jembatan ini sudah bisa tertata dan dapat dilalui dengan nyaman oleh masyarakat,” katanya.

Pembangunan turap Jembatan Pantianom membutuhkan anggaran sekitar Rp2,8 miliar. Pekerjaan meliputi pembangunan beton dan dinding beton, kemudian berlanjut pada pengurukan, penataan, serta pembangunan jembatan.

Jembatan Hubungkan Bojong dan Sragi

Jembatan Pantianom memiliki fungsi penting bagi masyarakat karena menjadi salah satu akses penghubung Kecamatan Bojong dan Kecamatan Sragi.

Masyarakat menggunakan jalur tersebut untuk berbagai aktivitas sehari-hari, seperti berangkat sekolah, bekerja, hingga menuju pasar.

Selama proses pembangunan berlangsung, pemerintah menerapkan sistem buka-tutup untuk kendaraan dan masyarakat. Pengaturan itu memberikan ruang bagi aktivitas konstruksi sekaligus menjaga mobilitas warga agar tetap berjalan.

Pembangunan turap juga berkaitan dengan pemanfaatan sebagian lahan milik warga. Sukirman mengatakan Pemkab telah berkoordinasi dengan pemerintah desa agar persoalan tersebut tidak menghambat pekerjaan.

“Jalur ini nantinya dibuat lebih lebar dan lebih dalam, sehingga diharapkan akses masyarakat menjadi lebih baik dan nyaman,” jelasnya.

Pemkab Pekalongan berharap pembangunan turap dan penataan Jembatan Pantianom selesai sesuai target. Setelah pekerjaan rampung, akses penghubung Bojong–Sragi diharapkan kembali berfungsi secara optimal dengan kondisi yang lebih aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *