Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Bahlil Sentil Pemilik BMW: Jangan Rebut BBM Subsidi, Pakailah Hati

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyoroti masyarakat berpenghasilan tinggi yang masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Bahlil menegaskan pemerintah akan terus menjaga ketersediaan stok BBM, khususnya BBM bersubsidi, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, pemerintah juga menghadapi pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.

Karena itu, Bahlil mengimbau masyarakat yang mampu membeli BBM nonsubsidi agar tidak ikut menggunakan BBM subsidi. Menurutnya, subsidi tersebut harus menyasar masyarakat yang memang membutuhkan.

“Kami pemerintah akan menyiapkan stok kebutuhan masyarakat, khususnya terkait dengan BBM bersubsidi,” ujar Bahlil usai mengikuti Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Bahlil Singgung Pemilik Mobil Mewah

Bahlil mengatakan pemerintah perlu memperhatikan fenomena peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Dia kemudian menyinggung masyarakat yang menggunakan kendaraan mewah.

“Persoalan shifting dari yang tadinya tidak memakai subsidi dan sekarang mereka memakai subsidi, saran saya sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu, yang mohon maaf mobilnya pakai BMW, kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi, ya mohonlah kita pakai hati juga. Janganlah kita pakai BBM subsidi,” kata Bahlil.

Menurut Bahlil, subsidi BBM merupakan instrumen bantuan negara bagi masyarakat yang memenuhi kriteria penerima.

Oleh karena itu, penggunaan BBM subsidi oleh masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi dapat mengurangi ruang bagi kelompok yang membutuhkan bantuan tersebut.

“Itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerima itu, dengan metode lain adalah subsidi harus tepat sasaran,” ujarnya.

Pemerintah Pertimbangkan Penguatan Regulasi

Selain mengimbau masyarakat, Bahlil menyebut pemerintah masih mempertimbangkan penguatan regulasi agar penyaluran subsidi BBM semakin tepat sasaran.

Namun, dia menegaskan perubahan regulasi membutuhkan proses. Pemerintah tidak bisa mengubah aturan secara instan.

“Saya akan mempertimbangkan, nanti kita lihat. Tapi kan saya harus ngomongin dulu, kalau regulasi itu butuh proses. Tapi imbauan ini penting,” tuturnya.

Selanjutnya, Bahlil menggunakan pengalaman pribadinya untuk menjelaskan pentingnya memberikan subsidi kepada masyarakat yang berhak.

Dia mengajak masyarakat dengan penghasilan memadai dan kemampuan membeli BBM nonsubsidi agar memberikan ruang bagi penerima subsidi.

“Kalau yang punya gaji cukup, rumah bagus, pakai hatilah,” kata Bahlil.

Bahlil kemudian menegaskan bahwa dirinya memahami persoalan subsidi karena pernah merasakan kondisi ekonomi sulit.

“Ya memang saya harus ngomong begini karena saya ini kan menteri yang pernah makan beras subsidi. Jadi berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mereka. Jangan yang mampu yang mengambilnya,” tegasnya.

Dengan demikian, Bahlil menilai persoalan BBM subsidi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok. Pemerintah juga perlu memastikan penggunaannya tepat sasaran agar manfaat subsidi dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.(fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *