Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa Nasional, Mendagri Soroti Peran Bahasa Indonesia

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANJUNGPINANG | rayacom.id

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).

Tito menyebut pembangunan tersebut penting untuk merawat jejak sejarah bahasa Indonesia. Menurut dia, museum dan monumen itu juga dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi mendatang.

Tito menyampaikan hal tersebut saat menghadiri groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Kamis (24/9/2026).

Museum Jadi Ruang Edukasi Sejarah Bahasa

Tito mengatakan Museum dan Monumen Bahasa Nasional tidak hanya dapat menjadi destinasi wisata sejarah. Menurut dia, fasilitas tersebut juga dapat membantu masyarakat memahami perjalanan bahasa Indonesia.

Ia menjelaskan bahasa Melayu memiliki peran historis dalam perkembangan bahasa Indonesia. Bahasa Melayu telah lama digunakan sebagai bahasa pengantar antardaerah sebelum berkembang menjadi bagian penting dari identitas kebangsaan.

“Dan saat ini bahasa Melayu sudah menjadi bahasa Indonesia dan menjadi kurikulum wajib. Dari Sabang sampai Merauke, bukan hanya di rumpun Melayu, Sumatera, ataupun di Kalimantan, tapi di Bali, di Papua,” kata Tito.

Menurut Tito, penggunaan bahasa Indonesia di berbagai wilayah menunjukkan perannya sebagai alat komunikasi antarsuku dan antardaerah.

Bahasa Indonesia Pemersatu Bangsa

Tito menilai bahasa Indonesia memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar alat komunikasi. Bahasa Indonesia juga berperan dalam menjaga persatuan masyarakat di tengah keberagaman bahasa daerah.

“Inilah pemersatu kita. Museum ini dan monumen ini akan menjadi pemersatu kita,” tegasnya.

Karena itu, Tito berharap museum dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mempelajari perjalanan bahasa Indonesia. Ia juga menilai Pulau Penyengat memiliki posisi penting karena berkaitan erat dengan sejarah perkembangan bahasa Melayu.

Tito turut menyinggung karya Raja Ali Haji yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan bahasa Melayu di kawasan tersebut.

“Kita mencari semua jejak-jejaknya itu. Inisiatif Bapak Gubernur, jujur saja, saya sangat mengapresiasi,” ujarnya.

Pulau Penyengat Perkuat Jejak Bahasa Melayu

Tito berharap pembangunan museum dan monumen berlangsung secara berkelanjutan. Ia meminta para pemimpin berikutnya ikut menjaga fasilitas tersebut setelah pembangunan selesai.

Menurut dia, keberlanjutan penting agar pembangunan tidak berhenti pada pembangunan fisik. Fasilitas itu harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi ruang pembelajaran sejarah.

Selain itu, Tito berharap Museum dan Monumen Bahasa Nasional dapat memperkenalkan Pulau Penyengat kepada masyarakat yang lebih luas.

Keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai kawasan sejarah dan kebudayaan Indonesia.

Museum Ditargetkan Rampung 2027

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam merawat sejarah bahasa Indonesia.

Menurut Ansar, bahasa Indonesia memiliki akar sejarah dari perkembangan bahasa Melayu di Kepulauan Riau, termasuk Pulau Penyengat.

“Wabilkhusus di Pulau Penyengat ini, sehingga di tahun 2004 Raja Ali Haji mendapat gelar pahlawan nasional di bidang bahasa dari Presiden dan pemerintah Indonesia di masa itu,” ujar Ansar.

Ansar mengatakan pembangunan museum ditargetkan selesai pada akhir 2027. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp101 miliar untuk pembangunan tersebut.

Museum tersebut nantinya diharapkan menjadi ruang edukasi bagi generasi muda. Selain itu, fasilitas tersebut dapat memperkuat Pulau Penyengat sebagai kawasan sejarah dan kebudayaan.

Kegiatan groundbreaking turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepri, bupati dan wali kota se-Kepri, serta sejumlah pejabat terkait. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *