Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Ingin Didikte di KTT BRICS

Bagikan: Facebook X WhatsApp

NEW DELHI | RAYACOM

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia harus menjadi negara yang tangguh dan mandiri. Dengan begitu, Indonesia dapat menentukan arah dan kepentingannya sendiri tanpa didikte kekuatan mana pun.

Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam sesi terbatas KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Sesi tersebut mengangkat tema Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism.

Menurut Prabowo, ketangguhan nasional menjadi fondasi penting bagi kemandirian sebuah negara. Karena itu, Indonesia perlu memperkuat kemampuan dari dalam negeri.

Prabowo: Indonesia Tak Ingin Didikte

Prabowo menegaskan Indonesia tidak ingin bergantung pada arahan kekuatan tertentu. Ia menyebut ketangguhan menjadi syarat untuk menjaga kemandirian nasional.

“Kita tidak ingin didikte oleh satu atau dua kekuatan mana pun. Kita harus menjadi tangguh. Dan dengan demikian, kita menjadi benar-benar mandiri,” ujar Prabowo.

Menurut dia, kekuatan sebuah bangsa harus berawal dari kemampuan internal. Negara harus mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Ketahanan Dimulai dari Dalam Negeri

Prabowo mengatakan ketahanan nasional tidak hanya berkaitan dengan posisi suatu negara di tingkat global. Ketahanan juga terlihat dari kemampuan pemerintah memenuhi kebutuhan rakyat.

“Kekuatan selalu dimulai dari dalam negeri, dari rakyat kita, dari kemampuan kita untuk memberi makan rakyat, menjamin energi yang mereka butuhkan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk mencapai kesejahteraan,” tegasnya.

Karena itu, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat ketahanan pangan dan energi. Pendidikan serta kesempatan meningkatkan kesejahteraan juga menjadi bagian dari fondasi kemandirian.

Prabowo Dorong Kekuatan Kolektif BRICS

Di forum BRICS, Prabowo juga mendorong kerja sama antarnegara Global South. Menurut dia, kebersamaan dapat memperkuat posisi negara-negara berkembang.

Melalui kerja sama tersebut, negara anggota BRICS dapat memperkuat ketahanan pangan dan energi. Selain itu, kolaborasi dapat membuka peluang bagi pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan berdiri bersama, kita juga menjadi lebih kuat,” ujar Prabowo.

Indonesia sendiri menghadiri KTT BRICS ke-18 sebagai anggota penuh. Pemerintah menyebut keikutsertaan Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkuat peran dalam kerja sama multilateral.

Dorong Tatanan Dunia Lebih Adil

Prabowo menilai kekuatan kolektif BRICS dapat digunakan untuk memperkuat tatanan internasional yang lebih adil dan setara.

Karena itu, kerja sama antarnegara perlu berjalan beriringan dengan penguatan sistem multilateral. Indonesia juga mendorong agar negara-negara berkembang memiliki ruang lebih besar dalam menentukan arah tata kelola global.

“Bersama-sama, kita dapat membuat kekuatan kita benar-benar berarti,” kata Prabowo.

Dengan demikian, Prabowo menempatkan ketahanan nasional dan kerja sama antarnegara sebagai dua hal yang saling memperkuat. Indonesia ingin tetap mandiri dalam menentukan kepentingannya, sekaligus aktif membangun kerja sama dengan negara lain.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *