Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Ratusan Ketua OSIS Bekasi Diajak Kapolres Berani Menghadapi Kegagalan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Menteri Kebudayaan Fadli Zon ingin mengembangkan museum di Indonesia agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pelestarian benda bersejarah.

Ia mendorong museum menjadi ruang edukasi, pengalaman budaya, sekaligus bagian dari pengembangan ekonomi budaya.

Fadli menyampaikan gagasan tersebut setelah mengunjungi National Museum of Egyptian Civilization (NMEC) di Kairo, Mesir, Senin (21/9/2026).

Museum Mesir Jadi Contoh

Menurut Fadli, Mesir mampu menjadikan museum sebagai bagian penting dari promosi budaya dan peradaban.

“Mesir telah menjadikan museum-museum ini sebagai bagian dari etalase budaya, etalase peradaban mereka, dan bahkan menjadi sumber dari ekonomi budaya,” kata Fadli dalam keterangan Kementerian Kebudayaan.

NMEC resmi dibuka pada 2021. Museum tersebut menyajikan perjalanan peradaban Mesir dari masa kuno hingga era modern.

Peresmian museum itu ditandai dengan Pharaohs’ Golden Parade. Prosesi tersebut memindahkan sejumlah mumi Firaun ke NMEC.

Fadli menyebut NMEC diperkirakan menerima sekitar 10.000 pengunjung setiap hari. Aktivitas ekonomi di kawasan museum juga didukung penjualan suvenir, kedai kopi, dan berbagai layanan bagi pengunjung.

Sajikan Sejarah sebagai Pengalaman

Salah satu daya tarik NMEC ialah koleksi mumi raja dan ratu Mesir dari berbagai dinasti.

Museum tersebut juga menampilkan perkembangan pengetahuan dan teknologi sejak ribuan tahun lalu. Koleksi seperti tapestri atau kain tenun menjadi bagian dari narasi sejarah yang ditampilkan kepada pengunjung.

Fadli menilai cara NMEC menyusun cerita peradaban dapat menjadi bahan pembelajaran bagi museum di Indonesia.

Menurut dia, museum perlu menyajikan sejarah melalui narasi yang menarik. Pengelola juga tidak cukup hanya memajang dan merawat koleksi.

Dorong Transformasi Museum Indonesia

Pengalaman dari Mesir akan menjadi salah satu bahan pembanding bagi Kementerian Kebudayaan dalam mendorong transformasi museum.

Pemerintah juga mengembangkan modernisasi dan digitalisasi museum agar lebih mudah diakses masyarakat.

Fadli ingin kekayaan warisan budaya Indonesia hadir melalui pameran dan berbagai kegiatan edukatif. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha di sektor budaya.

Menurutnya, pengelolaan museum perlu menghubungkan pelestarian warisan budaya dengan pemanfaatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Museum tidak hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi menjadi ruang yang menghidupkan kebudayaan, memperkuat identitas dan kebanggaan nasional, serta membuka peluang bagi tumbuhnya ekonomi budaya Indonesia,” ujar Fadli.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *