Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Dudung Abdurachman Jadi Menko Polkam, Eks KSAD Masuk Kabinet Prabowo

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman kembali mendapat jabatan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Setelah menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung kini dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).

Prabowo melantik Dudung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Dudung menggantikan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago sebagai Menko Polkam.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104 P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024–2029. Dalam prosesi itu, Dudung mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo.

Dudung Sebelumnya Menjabat KSP

Sebelum menjadi Menko Polkam, Dudung menjabat Kepala Staf Kepresidenan sejak April 2026. Prabowo melantiknya sebagai KSP pada 27 April 2026 untuk menggantikan Muhammad Qodari.

Dudung sebelumnya mengemban tugas sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional. Setelah itu, ia masuk struktur pemerintahan sebagai KSP untuk mengawal program prioritas pemerintah.

Kini, Dudung menempati posisi Menko Polkam dan bertugas mengoordinasikan kebijakan pemerintah di bidang politik dan keamanan.

Dari Infanteri hingga KSAD

Dudung lahir di Bandung pada 19 November 1965. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1988 dari kecabangan Infanteri.

Karier militernya berkembang melalui berbagai jabatan di lingkungan TNI AD. Dudung pernah menjabat Pangdam Jaya, Pangkostrad, hingga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Jabatan KSAD menjadi posisi militer tertinggi yang pernah diemban Dudung. Ia menjabat sebagai KSAD pada periode 2021–2023 sebelum memasuki masa pensiun dari dinas militer.

Dudung Dikenal saat Menjabat Pangdam Jaya

Nama Dudung semakin dikenal publik ketika memimpin Kodam Jaya.

Saat itu, Dudung menjadi sorotan karena kebijakannya terkait penertiban baliho Front Pembela Islam (FPI). Peristiwa tersebut membuat kiprahnya mendapat perhatian luas di tengah dinamika politik dan keamanan Jakarta.

Setelah menjabat Pangdam Jaya, Dudung mendapat penugasan sebagai Pangkostrad pada 2021. Tidak lama kemudian, ia mendapat kepercayaan untuk memimpin TNI AD sebagai KSAD.

Masuk Pemerintahan Prabowo

Setelah pensiun dari TNI, Dudung tetap menjalankan sejumlah tugas di pemerintahan.

Prabowo menunjuk Dudung sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional. Pada April 2026, Presiden kemudian melantiknya sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Saat menjabat KSP, Dudung menyatakan akan membantu mengawal program prioritas pemerintah. Ia juga memimpin KSP dalam menjalankan fungsi pengawalan dan pengendalian program prioritas serta menangani sejumlah isu strategis nasional.

Pada 1 Oktober 2026, Prabowo kembali mengangkat Dudung ke posisi baru sebagai Menko Polkam. Jabatan KSP yang ditinggalkannya kemudian ditempati mantan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Dengan pengalaman sebagai Pangdam Jaya, Pangkostrad, KSAD, Penasihat Khusus Presiden, dan KSP, Dudung kini menjalankan tugas sebagai Menko Polkam dalam pemerintahan Prabowo.(fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *