Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Temui Mendikdasmen, Ahmad Doli Suarakan Inisiatif Lawan Bullying

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Maraknya perundungan (bullying) dan kekerasan terhadap anak mendorong berbagai pihak memperkuat perlindungan anak Indonesia.

Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menemui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, pada Senin (26/10/2026). Keduanya membahas upaya memperkuat kolaborasi untuk mencegah perundungan dan kekerasan terhadap anak.

Ahmad Doli Perkenalkan ADK Movement

Dalam pertemuan tersebut, Doli memperkenalkan ADK Movement, gerakan yang ia inisiasi untuk melawan kekerasan terhadap anak. Ia membentuk gerakan ini setelah menemukan berbagai laporan kekerasan saat berkeliling ke pelosok Indonesia selama setahun terakhir.

“Saya ini bersama dengan teman-teman ini, diterima oleh Pak Menteri Pendidikan Dasar Menengah dalam konteks membicarakan tentang kekerasan yang terjadi beberapa waktu belakangan ini terhadap anak, bullying dan kekerasan,” kata Doli seusai bertemu Abdul Mu’ti di kantornya.

Doli mengingatkan masyarakat tentang dampak kekerasan fisik dan psikis terhadap anak usia sekolah. Menurutnya, trauma berkepanjangan dapat mengganggu perkembangan mental generasi muda dan memengaruhi masa depan bangsa.

“Wajah masa depan Indonesia itu ada di anak-anak kita itu. Jadi, kalau anak-anak kita ini sekarang nanti menjadi trauma atau kemudian pemurung, mentalnya rusak, itu akan mempengaruhi masa depan Indonesia,” tegasnya.

Dorong Kolaborasi Lintas Kementerian

Doli menegaskan bahwa penanganan kekerasan terhadap anak membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Ia menilai satu kementerian saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Karena itu, Doli bersama ADK Movement berencana menjalin komunikasi dengan sejumlah kementerian. Mereka akan menyambangi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

Langkah tersebut bertujuan memperkuat koordinasi dalam pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak. Kolaborasi juga diharapkan mampu memperluas jangkauan perlindungan hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Mendikdasmen Dorong Sekolah Aman dan Nyaman

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengapresiasi inisiatif ADK Movement. Ia menilai seluruh elemen bangsa perlu menangani kekerasan terhadap anak melalui pendekatan humanis, edukatif, dan komprehensif.

Mu’ti menjelaskan bahwa Kemendikdasmen telah merancang kebijakan bertajuk “Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman”. Kebijakan ini bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang melindungi peserta didik.

“Kami ingin agar sekolah dapat menjadi rumah kedua bagi anak-anak. Menjadi tempat belajar tidak hanya ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga nilai-nilai kebaikan di mana mereka merasa terlindungi oleh para guru dan aman bersama teman sebayanya,” ungkapnya.

Mu’ti juga menyampaikan rencana pembentukan kelompok kerja (Pokja) yang melibatkan pemerintah daerah. Kelompok ini akan mendukung pelaksanaan program tersebut secara terstruktur.

Ia menegaskan bahwa masyarakat juga perlu memperhatikan kekerasan yang terjadi di luar sekolah. Sebab, dampaknya dapat terbawa ke ruang kelas dan mengganggu proses belajar serta hubungan antarpeserta didik.

Ahmad Doli Ajak Orang Tua Lindungi Anak

Doli kembali mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam menghentikan rantai kekerasan. Menurutnya, tanggung jawab tersebut tidak hanya berada di tangan sekolah, tetapi juga orang tua dan masyarakat.

Ia mengajak seluruh orang tua untuk menjaga anak-anak agar terhindar dari kekerasan. Doli juga mengingatkan pentingnya mencegah anak menjadi pelaku perundungan maupun tindakan kekerasan lainnya.

“Ini bukan hanya tanggung jawab sekolah, tapi tanggung jawab kita semua, termasuk keluarga. Saya mengimbau seluruh orang tua di Indonesia untuk bersama-sama menjaga anak-anak kita. Jangan sampai mereka menjadi korban, dan jangan sampai mereka menjadi pelaku kekerasan,” tandas Doli. (fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *