Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Komponen Kuningan Dicuri, PDAM Kota Bogor Catat 11 Hidran Dirusak

Bagikan: Facebook X WhatsApp

BOGOR | rayacom.id

Sebanyak 11 hidran kebakaran di Kota Bogor mengalami kerusakan akibat dugaan pencurian komponen berbahan kuningan. Aksi tersebut mengancam kesiapan fasilitas pemadam kebakaran saat menghadapi keadaan darurat.

Direktur Operasional PDAM Kota Bogor, Dani Rakhmawan, mengatakan pihaknya menemukan kerusakan di 11 titik hidran. Berdasarkan hasil pendataan sementara, pelaku diduga mengambil komponen kuningan yang berada di dalam perangkat tersebut.

“Berdasarkan data yang kami himpun, ada belasan hidran yang komponennya dicuri atau dirusak. Kami menduga itu dicuri kalau melihat dari karakter kerusakannya. Jadi yang dicuri ini bahan kuningannya. Kurang lebih di sekitar 11 lokasi atau dengan kata lain di 11 titik wilayah,” kata Dani kepada wartawan, Jumat (6/11/2026).

Dani menyayangkan aksi pencurian tersebut. Menurutnya, tindakan itu tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat.

Pencurian Hidran Hambat Pemadaman Kebakaran

Dani menjelaskan bahwa hidran merupakan fasilitas penting untuk mendukung operasi pemadam kebakaran. Petugas menggunakan fasilitas tersebut untuk memasok air ke kendaraan pemadam.

Jika pelaku merusak atau mengambil komponennya, petugas akan kesulitan mendapatkan pasokan air. Akibatnya, mereka harus mencari hidran alternatif yang dapat memperlambat proses pemadaman.

“Hidran ini adalah bagian dari alat untuk mengantisipasi kejadian bahaya kebakaran. Hidran dipasang untuk mengisi air ke kendaraan pemadam. Jika hidran dirusak atau bahkan dicuri komponennya, pemadam akan kesulitan mengambil air dan harus mencari lokasi hidran lain, sehingga membuang waktu,” ujar Dani.

Karena itu, Dani mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas tersebut. Ia menegaskan bahwa hidran merupakan sarana publik yang berkaitan langsung dengan keselamatan bersama.

Selain mengimbau masyarakat, PDAM Kota Bogor juga telah berkoordinasi dengan kepolisian. Perusahaan tersebut turut melaporkan kasus pencurian agar aparat dapat menindaklanjuti kejadian tersebut.

Damkar Bogor Sebut Ada 500 Titik Hidran

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor, Theofilio Patricinio Freitas, mengatakan kerusakan hidran dapat menghambat pelayanan pemadaman kebakaran.

Menurutnya, kecepatan memperoleh pasokan air sangat menentukan penanganan kebakaran. Terlebih lagi, petugas membutuhkan sumber air terdekat dari lokasi kejadian.

“Ini berhubungan dengan kecepatan kami dalam melayani masyarakat. Kita bayangkan saat terjadi kebakaran, kita memerlukan kecepatan air yang terdekat dengan lokasi itu, sementara lokasi itu tidak bisa diakses karena hidrannya rusak dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Theofilio.

Ia menyebut Kota Bogor memiliki sekitar 500 titik hidran. Fasilitas tersebut tersebar di berbagai wilayah, termasuk kawasan padat penduduk.

“Posisi hidran hampir menyebar di seluruh Kota Bogor, ada 500-an titik. Itu ada di posisi yang padat penduduk, posisi yang memang aksesnya rawan. Apabila kejadian kebakaran kita ambil airnya ke mana?” ujarnya.

Masyarakat Diminta Ikut Awasi Hidran Kebakaran

Theofilio mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga dan mengawasi keberadaan hidran kebakaran. Menurutnya, pencurian fasilitas tersebut merupakan tindakan serius karena dapat menghambat penanganan keadaan darurat.

Ia juga mengecam keras tindakan orang yang merusak fasilitas publik tersebut.

“(Pencurian hidran) ini darurat, ini kelakuan ini tidak bisa dibenarkan, ini zalim. Saat ada kejadian kebakaran, terus kita perlu air dan airnya enggak bisa diambil karena barangnya, alatnya rusak, itu kan sangat tidak manusiawi orang yang melakukan itu,” tegas Theofilio.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan segera melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar hidran. Dengan pengawasan bersama, fasilitas pemadam kebakaran dapat berfungsi optimal saat masyarakat membutuhkannya.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *