Ilham Permana: Di Usia 81 Tahun, RRI Harus Makin Dekat dengan Rakyat

BOGOR | RAYACOM

Memasuki usia ke-81, Radio Republik Indonesia (RRI) terus memperkuat perannya sebagai lembaga penyiaran publik. RRI tidak hanya menyampaikan informasi. Lembaga ini juga harus membangun kedekatan dengan masyarakat. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Dialog Dinamika RRI Bogor, Senin (7/9/2026). Dialog itu mengangkat tema “81 Tahun RRI Mengabdi: Bersama Membangun Bangsa, Wujudkan Asta Cita dan Kesejahteraan”.

Anggota DPR RI Komisi VII, Ilham Permana, menilai perjalanan RRI selama 81 tahun menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia. Menurutnya, RRI memiliki posisi strategis sebagai penghubung masyarakat dan pemerintah. Ilham mengatakan RRI telah melewati berbagai perubahan zaman. Karena itu, RRI harus terus memperkuat perannya sebagai lembaga penyiaran publik.

“Delapan puluh satu tahun itu bukan usia yang pendek. RRI sudah melewati berbagai zaman dan menjadi saksi perjalanan bangsa kita, sehingga perannya sebagai lembaga penyiaran publik harus semakin strategis,” kata Ilham. Ia menjelaskan sejumlah sektor Komisi VII berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Sektor tersebut mencakup perindustrian, UMKM, koperasi, ketenagakerjaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Menurut Ilham, RRI dapat membantu masyarakat memahami berbagai program pemerintah. RRI juga dapat menyampaikan informasi tentang peluang yang tersedia bagi masyarakat. “Kebijakan pemerintah sebagus apa pun, program sebanyak apa pun, kalau masyarakat tidak tahu, tidak memahami, dan tidak tahu bagaimana mengaksesnya, maka manfaatnya tidak akan maksimal,” ujarnya.

Direktur Program dan Produksi LPP RRI, M. Mistam, mengatakan RRI terus memperkuat program siaran. Penguatan tersebut bertujuan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mistam menyebut RRI memiliki berbagai platform untuk menjangkau publik. Platform tersebut mencakup siaran terestrial dan layanan digital.

“RRI terus melakukan penguatan program agar tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan manfaat dan dampak langsung bagi masyarakat,” kata Mistam. Menurut Mistam, RRI ingin terus hadir di tengah masyarakat. RRI juga berupaya melayani dan mendampingi masyarakat di berbagai sektor.

Selain itu, RRI ikut mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui penyebaran informasi dan edukasi tentang UMKM. RRI juga menyediakan ruang promosi bagi pelaku usaha. Langkah tersebut dapat membantu informasi UMKM menjangkau masyarakat secara lebih luas.

RRI Ikuti Perkembangan Teknologi

Mistam menilai RRI perlu terus berinovasi mengikuti perkembangan teknologi. Namun, inovasi tersebut tetap harus menjaga fungsi RRI sebagai lembaga penyiaran publik. “RRI harus terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman, termasuk melalui platform digital, tetapi tetap menjalankan fungsi pelayanan publik,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat tidak hanya menerima informasi dari RRI. Informasi tersebut juga harus menambah pengetahuan dan mendorong masyarakat agar semakin berdaya.

RRI Harus Jadi Jembatan Komunikasi

Sementara itu, Ilham menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, RRI dapat memainkan peran tersebut. RRI tidak hanya perlu menyampaikan informasi kepada publik. RRI juga harus membawa aspirasi masyarakat kepada pemerintah.

Karena itu, Ilham berharap RRI terus menjaga kredibilitas. RRI juga perlu beradaptasi dengan perkembangan platform digital. Dengan langkah tersebut, RRI dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat. Peran RRI sebagai media publik juga tetap relevan di tengah perubahan teknologi.

“RRI jangan hanya menjadi corong kebijakan, tetapi juga harus menjadi telinga negara untuk mendengar rakyat. Sekali di udara, tetap di udara, tetapi yang lebih penting, tetap dekat dengan rakyat,” tutup Ilham. (hmi)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *