Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Ribuan Buruh Turun ke Jalan di Jakarta, Sampaikan 11 Tuntutan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Ribuan buruh menggelar aksi damai di Jakarta, Kamis (24/9/2026). Massa tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI).

Buruh akan bergerak dari kawasan Semanggi menuju Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Mereka membawa 11 tuntutan terkait perlindungan dan kesejahteraan pekerja.

Massa Bergerak dari Semanggi

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea memastikan massa tidak akan masuk kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Menteng.

Massa berkumpul di Semanggi. Mereka kemudian bergerak dengan konvoi sepeda motor menuju depan Menara UOB di Jalan MH Thamrin.

Andi menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026).

“Kami juga tidak akan menyentuh Bundaran HI. Tidak. Karena nanti khawatir dipolitisasi, ‘Oh kalau Koalisi Besar dibolehkan tembus ke HI, mahasiswa dilarang,’ nah ini kan mau memecah belah,” kata Andi.

Buruh Soroti RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

KBPBI menggelar aksi untuk menyampaikan aspirasi pekerja. Salah satu fokus utama ialah RUU Perlindungan Ketenagakerjaan.

Sebelumnya, KBPBI meminta DPR memasukkan usulan buruh ke dalam draf RUU tersebut. Koalisi juga memberikan batas waktu kepada DPR hingga 22 September 2026.

Selain aksi, perwakilan buruh akan menyerahkan petisi kepada pemerintah.

Sekitar pukul 09.00 WIB, sejumlah pimpinan konfederasi buruh dijadwalkan menemui Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman di Bina Graha.

Perwakilan buruh selanjutnya akan menyampaikan petisi tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Jadi jam 09.00 WIB pagi itu, ada pimpinan buruh yang memimpin aksi massa langsung, dan ada juga yang mengirimkan petisi, surat pada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto,” ujar Andi.

Aksi Disebut sebagai Pilihan Terakhir

Andi menyebut demonstrasi tersebut sebagai pilihan terakhir. Menurut dia, buruh telah menempuh jalur diplomasi selama sekitar empat bulan.

“Pilihan ini pilihan yang sangat-sangat terakhir buat kami,” kata Andi.

Andi juga membantah aksi tersebut berkaitan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menurut dia, hubungan buruh dengan Presiden Prabowo tetap berjalan baik. Pemerintah juga masih membuka ruang dialog dengan kelompok buruh.

11 Tuntutan Buruh

KBPBI membawa 11 tuntutan dalam aksi tersebut. Berikut tuntutan yang disampaikan:

  1. Mewujudkan UU Perlindungan Ketenagakerjaan yang berpihak pada kepentingan buruh.
  2. Menjamin kepastian kerja dan menghentikan eksploitasi sistem outsourcing serta pekerja kontrak.
  3. Mencegah penyalahgunaan program pemagangan.
  4. Menjamin hak atas upah yang layak dan bermartabat.
  5. Melindungi pekerja platform, termasuk pekerja media dan pengemudi ojek online.
  6. Menjamin hak pesangon dan mencegah PHK sepihak.
  7. Memperkuat serikat pekerja serta menjamin kebebasan berserikat.
  8. Memperkuat keselamatan dan kesehatan kerja serta kesejahteraan pekerja.
  9. Memperkuat sanksi dan penegakan hukum bagi perusahaan yang melanggar hak buruh.
  10. Menjamin perlindungan buruh perempuan, termasuk hak cuti haid.
  11. Membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dan pekerja rentan serta memperkuat program upskilling dan reskilling.

Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya KBPBI menyampaikan aspirasi terkait arah kebijakan ketenagakerjaan dan perlindungan pekerja.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *