Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Resmi Dilantik Bahlil, Demer Siapkan Empat Pilar Strategi Golkar Bali Menuju Pemilu 2029

Bagikan: Facebook X WhatsApp

DENPASAR | rayacom.id

Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia melantik Gde Sumarjaya Linggih alias Demer sebagai Ketua DPD Partai Golkar Bali periode 2025–2030.

Pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Bali berlangsung di Monumen Gong Perdamaian Dunia, Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Sabtu (3/10/2026). Pengesahan kepengurusan tersebut merujuk pada SK DPP Partai Golkar Nomor SKEP-166/DPP/GOLKAR/VI/2026.

Dalam kesempatan itu, Bahlil meminta jajaran Golkar Bali menjaga soliditas organisasi. Ia juga mendorong peningkatan perolehan kursi pada Pemilu 2029.

“Saya meminta kepada pengurus Golkar Provinsi Bali agar menaikkan kursi di DPR Provinsi, DPR kabupaten/kota, dan juga kalau bisa di DPR RI,” kata Bahlil.

Bahlil Minta Golkar Bali Tingkatkan Kursi

Bahlil meminta seluruh jajaran Golkar Bali bergerak bersama dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi.

Menurut dia, konsolidasi organisasi menjadi bagian penting untuk menghadapi agenda politik berikutnya.

Target peningkatan kursi tersebut menjadi salah satu pekerjaan utama kepengurusan Demer. Pada Pemilu 2024, Golkar memperoleh satu kursi DPR RI dari daerah pemilihan Bali, turun dari dua kursi pada Pemilu 2019.

Di DPRD Provinsi Bali, Golkar meraih tujuh kursi pada Pemilu 2024. Jumlah tersebut turun satu kursi dibandingkan Pemilu 2019.

Demer Siapkan Empat Pilar Organisasi

Demer mengatakan Golkar Bali menyiapkan empat aspek utama untuk menghadapi Pemilu 2029.

Keempatnya meliputi sumber daya manusia (SDM), jaringan, manajemen, dan logistik.

“Kita sudah merancang semuanya di Bali mengikuti arahan-arahan DPP. Dalam menyukseskan partai tentu ada beberapa yang harus dipenuhi. Pertama ada orang, kemudian ada jaringan. Kami sudah mulai siap dengan orang dan jaringan,” kata Demer.

Menurut dia, penguatan SDM dan jaringan akan berjalan hingga tingkat bawah. Konsolidasi tersebut menjadi bagian dari persiapan organisasi menghadapi agenda politik mendatang.

Golkar Bali Dorong Digitalisasi Manajemen

Selain SDM dan jaringan, Demer menempatkan manajemen sebagai pilar berikutnya.

Ia mengatakan Golkar Bali akan memperkuat sistem digital dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan organisasi.

Demer juga membuka pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung pengelolaan partai.

“Manajemen juga kami akan perbaiki berbasis digital. Termasuk perencanaannya, pengorganisasiannya, action-nya, termasuk controlling-nya juga. Kami akan coba melalui sistem digital yang mau tidak mau kita akan mempergunakan,” ujarnya.

Demer Soroti Kebutuhan Logistik

Pilar keempat yang disiapkan Golkar Bali ialah logistik.

Demer mengatakan kesiapan SDM, jaringan, dan manajemen perlu didukung dengan sumber daya yang memadai agar kegiatan organisasi dapat berjalan.

“Orang siap, jaringan siap, manajemen siap. Nah, ini tentang logistik perlu dipikirkan bersama. Perlu dibantu oleh DPP,” paparnya.

Bahlil Ingatkan Golkar sebagai Wadah Pengabdian

Selain target perolehan kursi, Bahlil meminta kader Golkar menjadikan partai sebagai wadah perjuangan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Jadikanlah partai ini sebagai instrumen perjuangan, pengabdian kita kepada Ibu Pertiwi untuk memperjuangkan hak-hak rakyat dalam rangka mencerdaskan rakyat Indonesia, khususnya di Provinsi Bali,” ujarnya.

Sementara itu, Demer mengajak kader, termasuk generasi muda dan Gen Z, untuk aktif dalam organisasi.

Menurut dia, kerja keras dan kontribusi kader menjadi bagian dari proses membangun organisasi.

“Selama kita mau bekerja keras, selama kita mau mengabdi, berkarya, berbakti di partai ini, saya yakin kita mempunyai masa depan,” tutupnya. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *