BOGOR | rayacom.id
WALHI Jawa Barat mengapresiasi keterbukaan EIGER Nature dalam menjaga kelestarian lingkungan. Apresiasi itu disampaikan setelah WALHI kembali mengunjungi kawasan EIGER Nature untuk melihat langsung perkembangan pengelolaannya.
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan berbagai masukan WALHI telah ditindaklanjuti pengelola. Pertemuan itu juga melibatkan akademisi, pakar, dan media untuk bertukar informasi mengenai pengelolaan kawasan berbasis alam secara berkelanjutan.
WALHI Jabar Apresiasi Keterbukaan EIGER Nature
Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jawa Barat Wahyudin Iwang menilai keterbukaan pengelola menjadi hal positif. Menurutnya, EIGER Nature terbuka menerima saran dan kritik terkait pengelolaan lingkungan.
“Selama ini kami melihat EIGER Nature sebagai salah satu perusahaan yang masih memiliki komitmen,” ujar Wahyudin Iwang.
Ia mengatakan WALHI terus menyampaikan pandangan kepada pengelola. Sikap terbuka tersebut dinilai penting untuk memastikan pengelolaan kawasan berjalan secara bertanggung jawab.
“Kami juga melihat bahwa EIGER sangat terbuka untuk menerima saran, masukan, termasuk kritik. Jarang sekali perusahaan yang bisa menempatkan dirinya seperti itu,” kata dia.
WALHI Cek Tindak Lanjut Masukan
Wahyudin menjelaskan kunjungan terbaru juga bertujuan melihat langsung tindak lanjut masukan WALHI. Ia ingin memastikan berbagai saran dan kritik sebelumnya telah diterapkan di lapangan.
“Kami datang ke sini untuk melihat secara langsung apakah masukan, saran, pandangan, dan kritik yang sebelumnya kami sampaikan telah dijalankan,” katanya.
Selain itu, WALHI mengapresiasi keterlibatan pakar dan akademisi dalam pengembangan EIGER Nature.
“Kami juga melihat keterlibatan para pakar dan akademisi yang mempresentasikan berbagai kegiatan yang berlangsung di sini,” ujar Iwang.
Sejumlah pakar yang hadir antara lain Prof. Dr. Tukirin Partomihardjo, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Mirza Dikari Kusrini, M.Si., dan Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, M.Sc.
Mereka memiliki keahlian di bidang botani, konservasi satwa liar, pencemaran lingkungan, pengelolaan sampah, dan limbah.
WALHI Soroti Konsistensi Pengelolaan Lingkungan
WALHI Jawa Barat juga menyebut berbagai perizinan dan dokumen lingkungan yang diperlukan EIGER Nature telah dipenuhi. Dokumen tersebut meliputi perizinan tata ruang, persetujuan lingkungan, site plan, dan perizinan bangunan.
Menurut WALHI, dokumen tersebut telah tersedia sejak pengembangan kawasan dimulai pada 2018.
Namun, Wahyudin mengingatkan bahwa pengelolaan lingkungan membutuhkan konsistensi jangka panjang. Ia menilai EIGER Nature masih berada pada tahap awal pengembangan.
“Kalau terus dilakukan dengan serius dan terus melibatkan tim pakar, akademisi, serta NGO, ini bisa menjadi pilot project. Ini juga bisa menjadi pembelajaran bagi pengusaha lain yang menjalankan kegiatan berbasis alam,” kata Iwang.
Ia berharap pengalaman EIGER Nature dapat menjadi pembelajaran bagi pelaku usaha lain yang mengembangkan kegiatan berbasis alam.
“Harapannya, EIGER Nature bisa menjadi contoh baik bagi pengusaha lain. Komitmen ini perlu terus dijalankan dan diperkuat, dengan tidak mengesampingkan aspek lingkungan,” ucapnya.
EIGER Nature Buka Ruang Kritik dan Kolaborasi
Direktur Utama EIGER Nature Imanuel Wirajaya mengatakan keterlibatan berbagai pihak merupakan bagian dari konsep Pentahelix dalam pengelolaan kawasan.
Menurutnya, EIGER Nature dibangun melalui proses kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak.
“Kami ingin membuka ruang agar masukan dan kritik tidak hanya disampaikan, tetapi juga dapat dilihat kembali secara langsung di lapangan. Apa yang sudah dilakukan, apa yang sudah baik untuk dipertahankan, dan apa yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan,” ujar Imanuel.
Ia menegaskan keterbukaan, kritik, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi menjadi bagian dari upaya EIGER Nature menjaga keberlanjutan kawasan.
“Dari keterbukaan, kritik, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi, kita dapat menciptakan pengalaman di alam yang bermakna bagi manusia. Sekaligus membawa kebaikan bagi alam dan generasi mendatang,” ucapnya. (hmi)