Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Dua Tahun Menjabat Presiden, Prabowo Mengaku Berkali-kali Ditawari Suap

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Presiden Prabowo Subianto mengungkap dirinya beberapa kali mendapat tawaran suap selama hampir dua tahun menjalankan pemerintahan. Prabowo menyampaikan hal tersebut saat membahas pemberantasan korupsi dan penyelamatan kekayaan negara.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam acara penyerahan denda administratif, penyelamatan keuangan negara, serta hasil penguasaan kembali kawasan hutan di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Prabowo Akui Berkali-kali Ditawari Suap

Prabowo awalnya menyoroti praktik suap yang masih menyasar pejabat pemerintahan. Menurut dia, praktik tersebut tidak hanya menyasar pejabat di level menteri atau direktur jenderal.

Prabowo kemudian mengungkap pengalaman yang dia alami sendiri.

“Menteri-menteri kita, dirjen-dirjen kita mau disogok. Jangankan menteri dirjen, saya mau disogok, dalam dua tahun ini berkali-kali saya mau disogok,” kata Prabowo.

Prabowo tidak menjelaskan siapa pihak yang disebut menawarkan suap kepadanya. Dia juga tidak mengungkap nilai maupun bentuk pemberian yang dimaksud.

Karena itu, pernyataan tersebut belum memuat identitas pihak tertentu yang disebut telah menawarkan suap kepada Presiden.

Prabowo Soroti Perlawanan terhadap Pemberantasan Korupsi

Selanjutnya, Prabowo mengatakan pemberantasan korupsi menghadapi tantangan dari pihak-pihak yang selama ini menikmati praktik kecurangan.

Menurut dia, pembenahan tata kelola pemerintahan dapat memunculkan perlawanan dari kelompok yang merasa kepentingannya terganggu.

“Perlawanan ini kita tahu semua datang dari unsur-unsur yang menikmati korupsi, unsur-unsur yang menikmati kecurangan-kecurangan, unsur-unsur yang menikmati pencurian dan perampokan kekayaan negara,” ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan pemerintah tetap akan melakukan pembenahan. Dia menyebut pendekatan persuasif dan penyampaian pesan kebangsaan menjadi salah satu cara yang ditempuh.

Presiden Minta Kekayaan Negara Dijaga

Prabowo juga menegaskan pemerintah tidak boleh membiarkan kebocoran kekayaan negara terus berlangsung.

Dia meminta seluruh jajaran pemerintah memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat bagi masyarakat dan kepentingan nasional.

“Tidak ada lain! Yang menguntungkan rakyat dan bangsa Indonesia, itu yang saya kerjakan. Dan itu petunjuk yang saya berikan kepada semua menteri dan semua kepala badan,” kata Prabowo.

Selain itu, Presiden meminta aparat penegak hukum berani menindak pihak yang merusak atau mengambil aset negara secara ilegal.

“Kita tidak boleh biarkan kebocoran terus terjadi. Kita harus berani menindak tegas siapa pun yang mencoba merusak dan merampok aset-aset negara,” ujarnya.

Pemerintah Selamatkan Kekayaan Negara

Dalam acara yang sama, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) melaporkan penerimaan negara yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp13,24 triliun pada tahap kedelapan.

Satgas PKH juga menyerahkan kembali kawasan hutan seluas 259.230,73 hektare kepada kementerian dan lembaga terkait. Secara kumulatif, pemerintah menyebut total penerimaan yang berhasil diselamatkan selama dua tahun mencapai sekitar Rp52 triliun.

Prabowo menilai hasil tersebut menunjukkan pentingnya kerja bersama antarinstansi dalam mengamankan kekayaan negara.

Presiden juga menyebut Satgas PKH telah menguasai kembali lebih dari 6,2 juta hektare kawasan hutan pada sektor perkebunan sawit dan pertambangan. Menurut Prabowo, nilai kawasan yang diselamatkan mencapai hampir Rp400 triliun.

Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi

Prabowo menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki tata kelola pemerintahan dan menutup celah kebocoran kekayaan negara.

Sekretariat Negara mencatat Presiden menyampaikan bahwa upaya perbaikan akan dilakukan melalui pendekatan persuasif serta penguatan komitmen para pejabat negara.

Sementara itu, mengenai tawaran suap yang dia ungkap, Prabowo belum menyampaikan identitas pihak, nilai, maupun bentuk pemberian yang disebut telah ditawarkan kepadanya.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *