LEBAK | Harian Merdeka — Pengelolaan hutan rakyat menjadi perhatian dalam kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Kegiatan tersebut mendorong kelompok tani meningkatkan kemampuan mengelola hutan dan mengembangkan tanaman produktif.
Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi NasDem Dapil Banten 1 (Lebak-Pandeglang), Arif Rahman, S.H., menghadiri kegiatan itu di Aula Penginapan The Swarna In, Desa Bayah Barat, Senin (5/10/2026). Arif mengikuti kegiatan yang menggandeng Kementerian Kehutanan RI tersebut.
Bimtek membahas pengelolaan hutan rakyat dan teknik perbanyakan tanaman. Selain itu, peserta mempelajari pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan di Kabupaten Lebak.
Arif Rahman Dorong Penguatan Kelompok Tani
Anggota DPRD Kabupaten Lebak, Dr. Ujang Giri, mengatakan posisi Arif Rahman di Komisi IV DPR RI membuka peluang untuk memperkuat program pertanian dan kehutanan.
Menurut Ujang, Arif juga menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan petani di daerah pemilihannya. Karena itu, ia menilai kehadiran Arif penting untuk mendorong program yang menyentuh kelompok tani secara langsung.
“Bagi Pak Arif Rahman, petani adalah pahlawan. Petani adalah mereka yang bersumbangsih nyata kepada negara kita,” ujar Ujang Giri, Rabu (6/10/2026).
Selanjutnya, Ujang menyebut Arif telah mendorong sejumlah program bagi kelompok tani di wilayah Lebak dan Pandeglang.
Delapan Kebun Bibit Rakyat Disiapkan
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Banten/Kepala CDK Wilayah Lebak-Pandeglang, Salis Zainun, menjelaskan bahwa Kementerian Kehutanan memfasilitasi kegiatan tersebut melalui Komisi IV DPR RI.
Menurut Salis, Bimtek bertujuan memperkuat kemampuan kelompok tani dalam mengelola program kehutanan masyarakat.
Pada 2026, Kementerian Kehutanan juga menyalurkan program pembangunan delapan unit Kebun Bibit Rakyat (KBR) di Kabupaten Lebak. Program tersebut sekaligus menyediakan bibit unggul yang memiliki nilai ekonomi.
Dengan program itu, kelompok tani dapat mengembangkan bibit sesuai dengan potensi wilayah masing-masing. Selain menghasilkan tanaman produktif, KBR juga dapat mendukung upaya menjaga lingkungan.
Arif Minta Tanaman Sesuai Potensi Lebak
Arif Rahman menjelaskan bahwa Bimtek menghadirkan pemateri dari BPDAS Citarum-Ciliwung. Para pemateri memberikan materi tentang pelestarian lingkungan dan pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH).
Peserta kemudian mempelajari teknik pembibitan dan perawatan tanaman. Proses tersebut mencakup penyemaian hingga tanaman siap ditanam.
“Kebun bibit rakyat ini nanti harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang cocok dan berpotensi tumbuh baik di tanah Lebak,” tegas Arif Rahman.
Karena itu, kelompok tani perlu memilih tanaman berdasarkan kondisi tanah dan lingkungan. Mereka juga perlu mempertimbangkan potensi ekonomi dari tanaman yang dikembangkan.
Kelompok Tani Bayah Ikuti Bimtek
Sejumlah unsur pemerintah dan perwakilan kelompok tani hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka antara lain Dr. Ujang Giri, Camat Bayah Asep Agus Syfyan, STP., MA., serta Koordinator Wilayah/BPP.
Selain itu, para kepala desa dan ketua serta anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) se-Kecamatan Bayah turut mengikuti kegiatan.
Melalui Bimtek tersebut, kelompok tani dapat meningkatkan pengetahuan mengenai pengelolaan hutan rakyat. Selanjutnya, mereka dapat menerapkan teknik pembibitan dan memilih tanaman yang sesuai dengan kondisi wilayah.
Dengan demikian, pengembangan hutan rakyat diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pada saat yang sama, program tersebut tetap mendukung kelestarian lingkungan. (fin)