Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Temui Mahasiswa UIN Malang, Fraksi PKB Soroti Pentingnya Kapasitas Kebangsaan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI menerima audiensi 50 mahasiswa Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperdalam wawasan kebangsaan, kepemimpinan, dan tradisi intelektual. Para legislator PKB juga mendorong mahasiswa agar aktif membaca, berdiskusi, menulis, serta menyampaikan kritik yang membangun.

Hasanuddin Wahid Dorong Mahasiswa Aktif Berkontribusi

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKB, Hasanuddin Wahid, menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak boleh hanya berorientasi pada perolehan gelar. Menurut dia, mahasiswa perlu membangun kapasitas diri sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kampus jangan hanya menjadi tempat untuk mendapatkan gelar semata. Mahasiswa harus membangun kapasitas individual, kapasitas idealisme, kapasitas sosial, dan kapasitas kebangsaan,” ujar Hasanuddin.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak menjadi konsumen informasi pasif di tengah derasnya arus konten digital. Sebaliknya, mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan membaca, mengolah informasi, dan mendiskusikan gagasan secara kritis.

Hasanuddin menilai keberanian menyampaikan kritik kepada pemerintah dan lembaga publik merupakan bagian penting dari demokrasi. Karena itu, ia mendorong mahasiswa membawa gagasan dari lingkungan kampus ke ruang publik.

“Jangan hanya berbicara di menara gading kampus. Keluarlah dari kampus dan suarakan gagasan serta kebenaran yang diyakini karena kritik kepada pejabat maupun lembaga publik merupakan bagian penting demokrasi,” katanya.

Muhammad Khozin Tekankan Tradisi Literasi

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKB, Muhammad Khozin, mengingatkan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak cukup diukur melalui indeks prestasi kumulatif (IPK). Menurut dia, tradisi membaca, berdiskusi, dan menulis menjadi bekal penting bagi calon pemimpin bangsa.

“Mahasiswa yang tidak pernah membaca dan tidak pernah menulis itu ibarat perenang yang tidak bisa berenang, petani yang tidak bisa ngarit. Membaca, berdiskusi, dan menulis adalah keterampilan dasar yang wajib dimiliki,” tegas legislator yang akrab disapa Gus Khozin tersebut.

Selain memperkuat literasi, Gus Khozin mendorong mahasiswa tetap aktif berorganisasi tanpa mengabaikan kewajiban akademik. Ia juga menilai karya tulis ilmiah dan gagasan kritis yang dipublikasikan dapat menjadi kontribusi intelektual bagi masyarakat.

Karena itu, ia mengingatkan mahasiswa agar menggunakan teknologi digital secara bijak. Aktivitas di media sosial sebaiknya tidak menggeser kebiasaan membaca dan kegiatan yang memperkaya pengetahuan.

“Tradisi membaca, berdiskusi, dan menulis jangan sampai hilang di tengah maraknya gempuran konten digital. Jangan sampai kita menghabiskan waktu untuk scrolling tetapi tidak mendapatkan inspirasi dan edukasi,” ucapnya.

DEMA UIN Malang Apresiasi Ruang Dialog

Ketua DEMA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ahmad Ghozali Abbas, mengapresiasi kesempatan berdialog langsung dengan anggota DPR RI. Menurut dia, audiensi tersebut memberi mahasiswa kesempatan mempelajari tata kelola pemerintahan nasional secara langsung.

Ghozali juga menyampaikan bahwa mahasiswa ingin memahami penerapan prinsip meritokrasi di tingkat pusat.

“Kami berterima kasih kepada Fraksi PKB karena telah menerima kami untuk belajar langsung bagaimana sistem pemerintahan berjalan. Kami ingin mempelajari penerapan prinsip meritokrasi di tingkat pusat,” kata Ghozali.

Melalui pertemuan ini, Fraksi PKB menyatakan terbuka terhadap gagasan dan aspirasi mahasiswa. Ruang dialog di Kompleks Parlemen diharapkan dapat mendukung pembelajaran politik sekaligus mendorong generasi muda mempersiapkan diri untuk mengambil peran dalam kepemimpinan nasional.

“Kami di DPR RI menyambut baik setiap gagasan dan inspirasi anak muda demi kemajuan bangsa. Generasi muda harus berani bermimpi besar dan bekerja keras untuk mewujudkannya,” pungkas Hasanuddin. (fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *