Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Harga Minyak Dunia Tembus US$107, Pertamax Berpotensi Rp20 Ribu

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | RAYACOM

Harga minyak dunia melonjak lebih dari 6 persen pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Kenaikan tersebut terjadi saat konflik di Timur Tengah kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Harga minyak mentah Brent naik 6,34 persen menjadi US$107,63 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) menguat 6,69 persen menjadi US$102,48 per barel.

Kedua harga tersebut mencapai level tertinggi sejak 19 Mei. Kondisi ini kemudian memunculkan kekhawatiran terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Harga Minyak Dunia Tembus US$107

Kenaikan harga minyak dunia terjadi seiring meningkatnya risiko terhadap jalur pelayaran dan infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah.

Perang yang melibatkan Iran meningkatkan ketidakpastian pasar energi. Selain itu, kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran dilaporkan mengambil alih Pelabuhan Mocha di Yaman.

Situasi tersebut meningkatkan risiko terhadap aktivitas pelayaran di kawasan Laut Merah.

Tekanan pasokan juga muncul dari kawasan Selat Hormuz. Jalur strategis tersebut menjadi salah satu rute penting dalam perdagangan minyak dunia.

Iran bahkan mengklaim telah menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz setelah Amerika Serikat menyerang lima kapal tanker Iran.

Akibatnya, pasar energi global kembali menghadapi ketidakpastian. Investor pun mencermati perkembangan konflik dan dampaknya terhadap distribusi minyak mentah.

Pertamina Soroti Dampak Konflik Timur Tengah

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian Pertamina. Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menyebut situasi geopolitik saat ini sebagai salah satu kondisi terberat yang pernah dihadapi.

Menurut Eko, dampak konflik di Timur Tengah bahkan terasa lebih berat dibandingkan perang Rusia-Ukraina.

“Adanya perang di Timur Tengah, di Selat Hormuz ini, ternyata dampaknya secara global, selain ketersediaan energi di dunia, harga juga menjadi tidak stabil,” ujar Eko kepada media di Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).

Karena itu, Eko berharap ketegangan geopolitik segera mereda. Ia berharap harga minyak dunia dapat kembali ke kisaran US$60-US$70 per barel seperti sebelum krisis meningkat.

Namun, jika harga minyak tetap tinggi, tekanan terhadap harga BBM dalam negeri juga berpotensi meningkat.

Pertamax Bisa Tembus Rp20 Ribu

Eko memperkirakan harga BBM seperti Pertamax dapat berada pada kisaran Rp18 ribu hingga Rp20 ribuan per liter apabila harga minyak dunia terus bertahan di level tinggi.

“Karena kalau tidak turun, kondisi ini akan berdampak, harga Pertamax dan lain-lain itu akan berkisaran antara di angka Rp18 ribu sampai Rp20 ribuan, karena belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan besarnya risiko yang dapat muncul jika gejolak harga minyak berlangsung dalam waktu panjang.

Pasalnya, kenaikan harga minyak dunia dapat meningkatkan tekanan biaya energi. Kondisi itu kemudian berpotensi memengaruhi harga BBM non-subsidi di dalam negeri.

Dengan demikian, perkembangan konflik di Timur Tengah kini tidak hanya menjadi perhatian pasar global. Dampaknya juga berpotensi dirasakan langsung masyarakat Indonesia melalui biaya energi.

Jika harga minyak dunia terus berada di atas US$100 per barel, tekanan terhadap harga BBM domestik akan semakin besar. Namun, realisasi harga Pertamax tetap bergantung pada perkembangan harga minyak dan kebijakan perusahaan maupun pemerintah.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *