Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Menperin Sarmuji: Rembesan Gula Rafinasi Rugikan Petani Tebu

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji meminta importir dan produsen gula rafinasi mencegah kebocoran produk ke pasar gula konsumsi. Praktik tersebut dapat merugikan petani tebu nasional dan negara. Sarmuji juga menyoroti potensi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

”Kami minta dengan sangat kepada AGRI (Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia) supaya gula rafinasi ini tidak bocor di konsumen. Karena kalau bocor menjadi gula konsumsi, itu seperti menikam saudara kita sendiri,” tegas Sarmuji di kantor Kementerian Perindustrian, Selasa (27/10).

Gula Rafinasi untuk Kebutuhan Industri

Industri makanan dan minuman serta farmasi membutuhkan gula rafinasi sebagai bahan baku. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Indonesia mengimpor gula rafinasi dari luar negeri.

Menurut Sarmuji, tingkat utilisasi gula rafinasi di industri makanan, minuman, dan farmasi baru mencapai sekitar 60 persen. Peningkatan utilisasi dapat mendorong kontribusi sektor-sektor tersebut terhadap perekonomian nasional.

Di sisi lain, produksi gula dalam negeri telah mencukupi kebutuhan gula konsumsi masyarakat. Petani tebu nasional memasok gula konsumsi melalui hasil panen mereka.

Kemenperin Perketat Pengawasan Distribusi

Sarmuji meminta Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) memberikan kepastian mengenai komitmen pencegahan kebocoran gula rafinasi ke pasar konsumsi. Pemerintah, lanjutnya, siap menjamin ketersediaan gula rafinasi untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri.

”Jadi saya sebagai Menteri ingin mendapatkan kepastian dari AGRI, komitmen supaya gula rafinasi ini tidak bocor ke konsumen. Jadi kita sama-sama jaga. Kami berikan jaminan ketercukupan gula rafinasi sebagai bahan baku industri, tetapi sebaliknya kita juga meminta dengan sangat dan akan kita awasi dengan ketat supaya gula rafinasi tidak bocor ke konsumen ya, sebagai gula konsumsi,” ujar politikus Golkar ini.

Melalui pengawasan distribusi yang ketat, pemerintah ingin memastikan gula rafinasi tetap memenuhi kebutuhan industri. Langkah tersebut juga bertujuan melindungi pasar gula konsumsi dalam negeri dan menjaga kepentingan petani tebu.(fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *