CILEGON | RAYACOM
Barang temuan Selat Sunda yang ditemukan KN SAR Tetuka diperiksa Polda Banten untuk memastikan keterkaitannya dengan KM Arupadhatu 1. Kapal tersebut membawa lima jurnalis dan tiga kru yang masih dalam pencarian.
Barang temuan Selat Sunda itu ditemukan di perairan sebelah timur Pulau Rakata pada Sabtu (12/9/2026). Petugas menemukan satu helm plastik merah, satu jeriken plastik biru bertutup hitam, serta dua life jacket berwarna oranye.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan petugas telah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh barang tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan barang-barang itu bukan perlengkapan KM Arupadhatu 1.
Barang Temuan Selat Sunda Bukan Milik KM Arupadhatu 1
Dari hasil pemeriksaan, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES.II tidak sesuai dengan perlengkapan keselamatan KM Arupadhatu 1.
Pihak kepolisian juga telah mengonfirmasi hal tersebut kepada pemilik kapal. Perlengkapan life jacket di KM Arupadhatu 1 memiliki warna merah, kuning, dan ungu. Selain itu, perlengkapan tersebut tidak memiliki tulisan MILLES.II.
“Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES.II dinyatakan bukan milik kapal, karena life jacket yang tersedia di kapal berwarna merah, kuning dan ungu serta tidak memiliki tulisan MILLES.II,” ujar Maruli, Minggu (13/9/2026).
Dengan hasil tersebut, polisi memastikan dua life jacket tersebut bukan bagian dari perlengkapan kapal yang sedang dicari.
Jeriken Temuan Bukan Bahan Bakar Kapal
Petugas kemudian memeriksa jeriken plastik berwarna biru. Pemeriksaan menunjukkan isi jeriken mengeluarkan aroma minyak sayur.
Temuan tersebut berbeda dengan bahan bakar Pertamax yang digunakan KM Arupadhatu 1.
Polisi juga menemukan perbedaan fisik antara jeriken temuan dan jeriken yang digunakan kapal.
“Terdapat perbedaan fisik antara jeriken temuan dengan jeriken milik kapal. Jeriken milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, memiliki tutup berwarna putih dan polos tanpa penanda,” jelas Maruli.
Sementara itu, jeriken yang ditemukan memiliki warna biru tua dan kapasitas sekitar 35 liter. Bentuknya lebih panjang dengan tutup hitam serta memiliki tulisan pada bagian badan jeriken.
Karena itu, polisi menyatakan jeriken tersebut juga bukan milik KM Arupadhatu 1.
Helm Merah Juga Bukan Perlengkapan Kapal
Polda Banten turut memeriksa satu helm plastik berwarna merah yang ditemukan KN SAR Tetuka.
Hasil pemeriksaan menunjukkan KM Arupadhatu 1 tidak memiliki atau menyediakan helm dengan jenis tersebut.
Dengan demikian, tiga jenis barang temuan tersebut belum menunjukkan keterkaitan dengan kapal yang membawa rombongan jurnalis.
Sebelumnya, Tim SAR menemukan empat benda dalam penyisiran selama sekitar 10 jam di perairan sebelah selatan Gunung Anak Krakatau. Basarnas saat itu belum dapat memastikan hubungan benda-benda tersebut dengan rombongan yang hilang.
Polda Banten Minta Warga Tunggu Informasi Resmi
Maruli mengimbau masyarakat tetap tenang selama proses pencarian berlangsung. Ia juga meminta warga tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Imbauan tersebut penting karena barang temuan di tengah operasi SAR sempat memunculkan berbagai spekulasi mengenai keberadaan rombongan.
“Setiap perkembangan terkait proses pencarian dan pemeriksaan akan disampaikan melalui sumber informasi resmi,” tutup Maruli.
Polda Banten bersama tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian lima jurnalis dan tiga kru KM Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.(hmi)