Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Polda Banten Pastikan Temuan Barang dan Jenazah Tak Terkait Speed Boat Arupadatu

Bagikan: Facebook X WhatsApp

SERANG | RAYACOM

Polda Banten memastikan sejumlah temuan dalam operasi pencarian speed boat Arupadatu tidak berkaitan dengan delapan orang yang hilang di perairan Selat Sunda.

Temuan tersebut berupa tiga life jacket, dua lembar terpal, dan satu galon air mineral. Polisi juga memastikan jenazah yang ditemukan di Muara Sungai Kali Teratai, Kramatwatu, bukan bagian dari rombongan Arupadatu.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan tim gabungan masih melakukan pencarian dan penyisiran.

Temuan Barang Bukan Milik Speed Boat Arupadatu

Pada hari keenam pencarian, petugas menemukan sejumlah barang di perairan Selat Sunda. Temuan itu terdiri atas tiga jaket pelampung, dua lembar terpal, dan satu galon air mineral.

Tim kemudian melakukan verifikasi dengan pemilik kapal. Hasil pencocokan memastikan barang tersebut tidak berkaitan dengan penumpang speed boat Arupadatu.

“Setelah kami lakukan pendalaman, termasuk mengonfirmasi dan mencocokkan dengan pemilik kapal, dipastikan benda-benda tersebut tidak berkaitan dengan penumpang speed boat Arupadatu,” kata Maruli dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2026).

Jenazah di Kramatwatu Bukan Korban Arupadatu

Polda Banten juga memastikan jenazah yang ditemukan di Muara Sungai Kali Teratai, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, bukan salah satu korban yang hilang.

Polisi memperoleh kepastian tersebut setelah memeriksa data primer dan hasil identifikasi jenazah.

Dengan demikian, temuan jenazah di Kramatwatu tidak berkaitan dengan hilangnya rombongan speed boat Arupadatu.

Jenazah di Pulau Enggano Masih Menunggu DNA

Sementara itu, polisi masih memeriksa identitas jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu.

Tim telah mengevakuasi jenazah tersebut ke Polda Bengkulu. Petugas juga telah melakukan autopsi.

Polda Banten masih menunggu hasil pencocokan DNA dengan sampel keluarga penumpang Arupadatu yang hilang.

“Kami masih menunggu hasil pencocokan DNA dengan sampel keluarga penumpang yang hilang kontak,” ujar Maruli.

Berdasarkan koordinasi dengan Polda Bengkulu, jenazah tersebut berjenis kelamin laki-laki. Tingginya sekitar 165 sentimeter dan usianya diperkirakan lebih dari 50 tahun.

Namun, kondisi wajah jenazah mengalami kerusakan. Karena itu, polisi belum dapat memastikan identitasnya secara visual. Hasil DNA akan menjadi dasar untuk memastikan identitas jenazah tersebut.

Pencarian Speed Boat Arupadatu Terus Berlangsung

Di tengah berbagai temuan tersebut, tim SAR gabungan masih mencari delapan orang yang hilang di Selat Sunda.

Operasi pencarian bahkan diperpanjang tiga hari setelah evaluasi hari ketujuh belum menemukan korban. Tim juga memperluas wilayah pencarian hingga sejumlah perairan di sekitar Anak Krakatau dan wilayah pesisir Banten.

Polda Banten meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Polisi akan menyampaikan hasil identifikasi jenazah di Pulau Enggano setelah pemeriksaan DNA selesai.

Dengan demikian, masyarakat diminta menunggu informasi resmi terkait perkembangan pencarian speed boat Arupadatu. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *