JAKARTA | RAYACOM
Isu Purbaya Danantara kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto mengganti Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Menteri Keuangan.
Pengamat politik Ray Rangkuti menduga pergantian tersebut berkaitan dengan ketegangan antara Purbaya dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Ray juga menyebut adanya informasi mengenai rasa jengkel Prabowo terhadap Purbaya. Namun, ia menegaskan informasi tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya.
“Kalau dengar-dengar infonya sih karena ada rasa jengkel,” kata Ray Rangkuti dalam tayangan YouTube KompasTV, Senin (14/9/2026).
Purbaya Danantara Dikaitkan dengan Isu Rp128 Triliun
Menurut Ray, informasi mengenai Purbaya Danantara berkaitan dengan permintaan tagihan sekitar Rp128 triliun.
Ray menyebut permintaan tersebut diduga datang dari Purbaya kepada Danantara. Informasi itu kemudian disebut memicu ketegangan antara keduanya.
“Katanya ada semacam permintaan dari Menkeu yang lama yang baru diganti, Pak Purbaya, terhadap Danantara tentang tagihan sekitar Rp128 triliun. Dengar-dengar info itu kemudian ada semacam ketegangan antara Danantara dengan Pak Purbaya,” ujar Ray.
Namun, Ray tidak menyebut informasi tersebut sebagai fakta. Ia juga tidak menunjukkan bukti terbuka yang dapat memastikan hubungan antara permintaan tersebut dan keputusan reshuffle.
Purbaya Sebelumnya Bicara Setoran Danantara
Terpisah dari pernyataan Ray, Purbaya memang pernah menyampaikan rencana setoran dari Danantara kepada APBN.
Pada 28 Agustus 2026, Purbaya menyebut sekitar Rp120 triliun akan masuk ke penerimaan negara pada 2026. Dana tersebut berasal dari sebagian keuntungan Danantara.
“Sekitar Rp120 triliun untuk tahun ini. Itu yang diputuskan oleh Presiden (Prabowo Subianto),” kata Purbaya saat itu.
Purbaya menjelaskan dana tersebut akan masuk melalui pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) lainnya.
Dengan demikian, angka Rp120 triliun yang pernah disampaikan Purbaya berbeda dengan angka Rp128 triliun yang disebut Ray sebagai informasi mengenai dugaan ketegangan dengan Danantara.
Ray Sebut Prabowo Mendadak Ganti Purbaya
Ray menilai pergantian Purbaya berlangsung cukup mengejutkan. Menurut dia, sebelumnya tidak terlihat tanda kuat bahwa Presiden akan mengganti Menteri Keuangan.
“Ini rasanya enggak ada angin, enggak ada hujan, enggak ada tanda, enggak ada awan, enggak ada pelangi. Enggak ada apa-apa, tiba-tiba diganti,” kata Ray.
Ray kemudian mengaitkan situasi tersebut dengan program prioritas Presiden. Ia menilai Danantara merupakan salah satu program yang menjadi perhatian Prabowo.
“Jangan coba-coba di kalangan pembantu Presiden mengutak-atik program unggulan Presiden,” ujarnya.
Suahasil Nazara Gantikan Purbaya
Prabowo akhirnya menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan.
Prabowo melantik Suahasil di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Pergantian tersebut menjadi perubahan kedua pada posisi Menteri Keuangan sejak pemerintahan Prabowo berjalan.
Sementara itu, alasan resmi Presiden mengganti Purbaya belum dikaitkan pemerintah dengan isu ketegangan bersama Danantara.
Reuters melaporkan pergantian tersebut berlangsung di tengah perhatian terhadap kebijakan fiskal dan kepercayaan investor. Namun, laporan itu juga tidak menyatakan isu Rp128 triliun sebagai alasan resmi pencopotan Purbaya.
Isu Purbaya Danantara Belum Terbukti
Pernyataan Ray menambah spekulasi mengenai alasan pergantian Menteri Keuangan. Namun, publik perlu membedakan antara informasi, dugaan, dan fakta resmi.
Isu Purbaya Danantara terkait Rp128 triliun masih berasal dari informasi yang disampaikan Ray. Karena itu, isu tersebut belum dapat disebut sebagai penyebab resmi reshuffle.
Pemerintah telah memastikan Suahasil Nazara menggantikan Purbaya. Namun, alasan lengkap Presiden di balik pergantian tersebut masih menjadi perhatian publik.
Dengan demikian, dugaan bahwa tagihan kepada Danantara menjadi pemicu pencopotan Purbaya masih membutuhkan pembuktian dan penjelasan resmi dari pihak terkait.(hmi)