Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Adi Prayitno: Pencopotan Purbaya Baru Permulaan, Reshuffle Kabinet Bisa Berlanjut

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | RAYACOM

Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan dinilai pengamat politik Adi Prayitno bukan sekadar pergantian pejabat.

Adi melihat langkah Presiden Prabowo Subianto tersebut bisa menjadi awal evaluasi terhadap sejumlah menteri lain. Menurut dia, reshuffle Kabinet Merah Putih masih berpeluang berlanjut.

Prabowo sebelumnya melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026). Suahasil menggantikan Purbaya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026.

Pencopotan Purbaya Bisa Jadi Awal

Adi menilai pergantian Purbaya dapat menjadi sinyal adanya evaluasi lebih luas di tubuh pemerintahan.

“Ini bisa saja baru permulaan. Reshuffle kabinet sangat mungkin berlanjut,” ujar Adi dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

Menurut Adi, evaluasi tersebut berpotensi menyasar sejumlah menteri lain. Terlebih, pemerintahan Prabowo akan memasuki tahun politik 2027.

Karena itu, ia melihat kebutuhan konsolidasi politik dapat semakin kuat menjelang periode tersebut.

Loyalitas Dinilai Jadi Pertimbangan

Adi mengatakan reshuffle tidak selalu berkaitan dengan kinerja teknis kementerian. Menurut dia, faktor loyalitas dan soliditas pemerintahan juga dapat menjadi pertimbangan.

“Kalau melihat politik pemerintahan, reshuffle tidak selalu semata-mata soal kinerja. Ada faktor loyalitas dan soliditas pemerintahan yang juga menjadi pertimbangan,” katanya.

Di sisi lain, Adi menilai Presiden membutuhkan menteri yang mampu menjalankan agenda pemerintah secara konsisten. Para pembantu Presiden juga dinilai perlu memiliki kemampuan teknokratis sekaligus menjaga soliditas pemerintahan.

Namun, Adi mengingatkan publik agar tidak langsung menyimpulkan bahwa pencopotan Purbaya terjadi karena persoalan loyalitas.

Menkeu Punya Posisi Strategis

Menurut Adi, posisi Menteri Keuangan memiliki bobot strategis dalam pemerintahan. Menteri Keuangan berperan dalam menentukan kebijakan fiskal dan mengelola keuangan negara.

Karena itu, pergantian Purbaya memiliki perhatian lebih besar dibanding pergantian sejumlah posisi lain.

“Menjelang dua tahun pemerintahan, biasanya akan ada evaluasi terhadap kabinet. Bisa saja yang sekarang ini merupakan bagian dari konsolidasi lebih besar,” ujar Adi.

Meski demikian, pemerintah tidak menyampaikan alasan khusus terkait pencopotan Purbaya. Presiden Prabowo hanya resmi mengangkat Suahasil sebagai penggantinya melalui Keppres 97/P Tahun 2026.

Reshuffle Berikutnya Masih Jadi Spekulasi

Adi menilai perkembangan selanjutnya akan menentukan apakah reshuffle benar-benar berlanjut. Jika evaluasi dilakukan lebih luas, sejumlah posisi strategis lain berpotensi mengalami perubahan.

Namun, kemungkinan tersebut masih berupa analisis politik. Belum ada kepastian dari pemerintah mengenai reshuffle lanjutan.

Dengan demikian, pencopotan Purbaya menjadi perhatian bukan hanya karena pergantian Menteri Keuangan. Langkah tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai arah konsolidasi Kabinet Merah Putih menjelang dinamika politik 2027.

Untuk saat ini, Suahasil Nazara telah resmi menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan. Ia sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan dan kini mendapat mandat untuk melanjutkan pengelolaan keuangan negara.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *