Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik, Meski Harga Minyak Dunia Bergejolak

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meski harga minyak dunia mengalami gejolak.

Gejolak tersebut terjadi di tengah ketidakpastian geopolitik dan konflik di sejumlah kawasan. Bahlil menegaskan pemerintah tetap menjaga harga BBM bersubsidi agar terjangkau masyarakat meski harga minyak dunia bergerak di atas asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Untuk harga subsidi, berapa pun harganya di dunia, tidak akan kita naikkan,” tegas Bahlil dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

Harga Minyak Dunia Masih Bergejolak

Tekanan terhadap pasar energi global masih berlangsung. Konflik dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta Eropa Timur berpotensi mengganggu rantai pasok dan meningkatkan volatilitas harga minyak dunia.

Bahlil menggambarkan kondisi geopolitik tersebut seperti penyakit yang terus kambuh.

“Saya selalu menganalogikan ini seperti penyakit malaria. Pagi sembuh, malam kambuh lagi,” ujarnya.

Menurut Bahlil, kondisi global yang berubah cepat membuat pemerintah perlu menjaga keamanan pasokan energi sekaligus mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat.

Kebutuhan BBM Jauh di Atas Produksi Dalam Negeri

Indonesia juga menghadapi kesenjangan antara kebutuhan BBM nasional dan produksi minyak dalam negeri.

Bahlil menyebut kebutuhan BBM nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. Sementara itu, lifting minyak Indonesia saat ini berada di kisaran 600–610 ribu barel per hari.

Kondisi tersebut membuat Indonesia masih membutuhkan pasokan minyak mentah dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Pemerintah pun mencari sumber minyak mentah dari berbagai negara untuk mengamankan pasokan. Bahlil mengatakan dirinya mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Rusia untuk menegosiasikan pasokan crude oil jangka panjang.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi dan mengurangi risiko gangguan pasokan di tengah kondisi geopolitik global.

“Indonesia adalah negara merdeka, tidak ada satu pun kekuatan asing yang bisa mengintervensi kebijakan pasokan energi kita demi kepentingan nasional,” kata Bahlil.

Harga BBM Subsidi untuk Menjaga Daya Beli

Pemerintah juga mempertahankan harga BBM bersubsidi sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat.

Kenaikan harga minyak dunia dapat meningkatkan biaya pengadaan energi dan tekanan terhadap anggaran subsidi. Namun, pemerintah memilih tidak langsung meneruskan tekanan tersebut kepada konsumen BBM bersubsidi.

Bahlil mengatakan masyarakat perlu mendapat perlindungan ketika gejolak harga energi global berpotensi meningkatkan beban ekonomi rumah tangga.

Dengan kebijakan tersebut, harga BBM bersubsidi menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga keterjangkauan energi dan stabilitas daya beli masyarakat.

Bahlil Soroti Hilirisasi Nikel

Selain ketahanan energi, Bahlil menyoroti perkembangan kebijakan hilirisasi mineral, khususnya komoditas nikel.

Ia membandingkan nilai ekspor nikel Indonesia sebelum dan setelah pemerintah menerapkan kebijakan larangan ekspor bahan mentah.

Bahlil menyampaikan hal tersebut sebagai bagian dari pembahasan mengenai kebijakan energi dan pengelolaan sumber daya mineral nasional. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *