Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Adian Napitupulu Desak Negara Stop Impor Tembakau dan Bawang Putih

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Adian Napitupulu meminta pemerintah memperkuat perlindungan terhadap komoditas pertanian dalam negeri. Ia secara khusus menyoroti tembakau dan bawang putih yang menghadapi persaingan dengan produk impor.

Menurut Adian, pemerintah perlu memberi ruang lebih besar bagi petani lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Dengan begitu, produk pertanian Indonesia dapat bersaing dan berkembang.

“Kita tentunya sama-sama tidak menghendaki impor tembakau dan tidak menghendaki impor bawang putih. Apa yang bisa kita produksi di negara kita? Ya kita produksi saja,” kata Adian dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (22/9/2026).

Adian Soroti Perlindungan Petani Tembakau

Selanjutnya, Adian menyoroti luasnya mata rantai ekonomi sektor pertembakauan. Menurutnya, sektor tersebut menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat Indonesia.

Karena itu, DPR RI akan mencermati kembali berbagai regulasi yang berkaitan dengan komoditas tembakau. Pembahasan tersebut mencakup tata niaga, aspek kesehatan, hingga kebijakan impor.

Adian meminta pemerintah mempertimbangkan dampak setiap kebijakan terhadap keberlangsungan usaha petani lokal.

Selain membatasi ketergantungan pada produk impor, ia juga mendorong pemerintah memperkuat promosi produk dalam negeri. Menurut Adian, negara dapat memanfaatkan jaringan perwakilan diplomatik Indonesia di berbagai negara untuk memperluas pasar produk nasional.

Negara Diminta Promosikan Produk Lokal

Adian menilai pemerintah tidak cukup hanya menjaga pasar domestik. Sebaliknya, pemerintah juga perlu membantu produk Indonesia menembus pasar internasional.

“Negara harus benar-benar mengambil perannya untuk menjadi marketing dari produk-produk kita. Termasuk tembakau, rokok, serta seluruh sumber kekayaan alam kita,” tegasnya.

Lebih lanjut, Adian meminta pemerintah belajar dari negara lain yang aktif mempromosikan produk domestiknya. Menurut dia, langkah tersebut dapat memperkuat posisi produk Indonesia dalam perdagangan internasional.

Dengan demikian, kebijakan perdagangan tidak hanya membuka pasar Indonesia bagi produk asing. Pada saat yang sama, kebijakan tersebut juga perlu membuka lebih banyak peluang bagi petani dan pelaku usaha dalam negeri untuk memperluas pasar. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *