Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Pramono Anung Gaspol Benahi Kabel Semrawut Jakarta, Target 5 Tahun Semua Kabel Udara Turun ke Bawah Tanah

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | RAYACOM

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggeber penataan jaringan utilitas kota. Ia menargetkan seluruh kabel udara Jakarta masuk ke bawah tanah dalam lima tahun ke depan. Pramono menyampaikan target itu saat meninjau pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).

Menurut Pramono, penataan kabel bukan sekadar urusan estetika. Kabel yang semrawut juga mengganggu keamanan, keselamatan, dan kenyamanan warga. Pemprov DKI Jakarta kini memiliki landasan hukum melalui Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025. Karena itu, Pramono ingin mempercepat penataan seluruh jaringan utilitas di ibu kota.

“Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025, kita telah mempunyai payung hukum yang kuat untuk menata kabel-kabel utilitas dari atas permukaan ke bawah tanah. Saya menargetkan dalam jangka waktu lima tahun ke depan, seluruh kabel udara di Jakarta dapat diturunkan sepenuhnya demi mengubah wajah ibu kota secara signifikan,” ujar Pramono.

Pramono Libatkan Swasta Tata Kabel Jakarta

Selain mengandalkan pemerintah, Pramono mengajak BUMD dan pihak swasta mempercepat pembangunan SJUT. Ia melihat penataan jaringan utilitas memiliki prospek bisnis sekaligus manfaat besar bagi tata kota Jakarta. Dengan demikian, pemerintah ingin menggerakkan berbagai pihak dalam program tersebut.

Pemprov DKI menjalankan percepatan melalui program 5M. Program itu mencakup penggunaan SJUT, relokasi mandiri, pengikatan kabel udara, pemotongan kabel yang tidak berfungsi, serta peninggian kabel yang menjuntai.

“Karena skema bisnisnya menjanjikan dan payung hukumnya telah rampung, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi swasta agar percepatan ini menjadi gerakan bersama demi kenyamanan seluruh warga,” tuturnya.

Pramono juga meminta seluruh pemangku kepentingan ikut bergerak. Sebab, Pemprov DKI tidak bisa mengandalkan Dinas Bina Marga seorang diri untuk menangani jaringan kabel sekitar 6.500 kilometer.

SJUT Jakarta Capai 41,7 Kilometer

Sementara itu, Dinas Bina Marga DKI Jakarta terus mempercepat pembangunan SJUT di berbagai wilayah.

Dinas Bina Marga mencatat jaringan SJUT yang sudah terbangun mencapai 41,7 kilometer. Pemerintah juga mengejar sejumlah ruas prioritas, termasuk Jalan Dr. Supomo, dengan target selesai pada Desember 2026.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan pihaknya memperhitungkan kondisi lalu lintas selama pengerjaan proyek.

Karena itu, Dinas Bina Marga bekerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk mengatur lalu lintas. Kedua instansi juga memberikan informasi kepada masyarakat agar pekerjaan tidak mengganggu mobilitas warga.

Heru menjelaskan, Pemprov DKI saat ini mengerjakan SJUT di sejumlah titik. Pemerintah juga terus menyusun rencana jangka panjang agar penataan kabel berjalan lebih luas.

Pemilik Utilitas Harus Ikut Bergerak

Pemprov DKI Jakarta juga mengajak pemilik jaringan utilitas mengambil tanggung jawab dalam penataan kabel.

Untuk kawasan yang belum memiliki SJUT, pemilik jaringan dapat melakukan relokasi secara mandiri. Langkah tersebut membantu pemerintah mempercepat penataan tanpa hanya mengandalkan pembangunan SJUT.

Selain itu, penataan mulai menyasar jaringan listrik. PT PLN (Persero) menyiapkan desain dan menguji coba boks pembagi tegangan rendah sebelum memperluas penerapan Saluran Kabel Tanah Tegangan Rendah (SKTR).

Senior Manager Konstruksi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta M Eryan Saputra mengatakan PLN perlu menguji sistem tersebut untuk memastikan aspek keselamatan dan keandalan layanan.

“Dukungan penuh kami berikan terhadap program penataan kota ini. Saat ini PLN tengah menyiapkan desain serta uji coba boks pembagi tegangan rendah sebelum SKTR digelar menyeluruh,” ungkap Eryan.

Pramono Ingin Ubah Wajah Jakarta

Pramono ingin penataan kabel mengubah wajah Jakarta secara signifikan. Ia membayangkan ruang udara ibu kota lebih bersih tanpa tumpukan kabel yang mengganggu pandangan.

Karena itu, Pemprov DKI akan memindahkan jaringan utilitas ke ruang bawah tanah secara bertahap. Pemerintah juga mengajak pemilik utilitas, BUMD, dan swasta mempercepat pekerjaan tersebut.

Jika seluruh pihak bergerak bersama, Pramono optimistis target lima tahun dapat tercapai. Penataan itu sekaligus akan membuat kawasan Jakarta lebih rapi, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

SEO Title: Pramono Anung Targetkan Kabel Udara Jakarta Turun ke Tanah

Focus Keyphrase: kabel udara Jakarta

Slug: kabel-udara-jakarta-turun-ke-bawah-tanah

Meta Description: Kabel udara Jakarta akan masuk ke bawah tanah dalam lima tahun. Pramono Anung mempercepat SJUT dan mengajak swasta ikut bergerak.

Alt Text: kabel udara Jakarta ditata melalui pembangunan SJUT (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *