Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Pencopotan Dirjen Hubla di Tengah Rentetan Kecelakaan Kapal

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengganti Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Muhammad Masyhud. Kementerian Perhubungan menyebut pergantian tersebut sebagai bagian dari evaluasi internal dan penyegaran organisasi.

Untuk sementara, posisi Dirjen Hubla dijabat Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Lollan Andy Sutomo Panjaitan sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

Pelaksana Tugas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik (BKIP) Kemenhub Farida Makhmudah membenarkan pergantian tersebut.

“Iya (ada pergantian), saat ini sudah ditunjuk Plt-nya,” kata Farida, Jumat (18/9/2026).

Kemenhub Lakukan Evaluasi Internal

Menhub Dudy sebelumnya menjelaskan pergantian Dirjen Hubla merupakan bagian dari evaluasi internal di lingkungan Kemenhub.

“Pergantian dirjen ke Plt saat ini Sesditjen sebagai bagian dari evaluasi kita di internal,” ujar Dudy dalam keterangan resmi, Jumat (18/9/2026).

Kemenhub menyatakan evaluasi tersebut bertujuan memperkuat kepemimpinan dan sistem pengawasan di sektor transportasi laut.

Farida mengatakan penyegaran manajerial juga berkaitan dengan penguatan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Ditjen Hubla. Salah satu fokusnya ialah keselamatan dan pengawasan pelayaran.

Keselamatan Pelayaran Jadi Perhatian

Keselamatan pelayaran menjadi salah satu fokus Kemenhub dalam evaluasi organisasi.

Menurut Farida, pembenahan harus mencakup regulasi, administrasi, dan pengawasan langsung di lapangan.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kepatuhan terhadap standar keselamatan, kelaiklautan kapal, pengawasan muatan dan penumpang, serta prosedur sebelum kapal berlayar.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Karena itu, Kemenhub dan seluruh stakeholder perlu terus melakukan pembenahan,” ujar Farida.

Sebelumnya, pada 16 September, Dudy mengumpulkan jajaran pengawasan laut dan pelayaran. Ia meminta penguatan pengawasan setelah sejumlah kecelakaan dan insiden pelayaran terjadi dalam waktu berdekatan.

Dudy juga menekankan agar sistem keselamatan tidak hanya terpenuhi secara administratif. Penerapannya harus terlihat dalam kondisi nyata di lapangan.

Lollan Panjaitan Jadi Plt Dirjen Hubla

Kemenhub menunjuk Lollan Andy Sutomo Panjaitan sebagai Plt Dirjen Hubla untuk menjaga keberlangsungan tugas organisasi.

Lollan sebelumnya menjabat Sekretaris Ditjen Perhubungan Laut. Data resmi Ditjen Hubla juga mencatat Muhammad Masyhud sebagai Dirjen Hubla dan Lollan sebagai Sekretaris Ditjen Hubla.

Sebagai Plt, Lollan akan menjalankan fungsi strategis Ditjen Hubla selama proses penataan kepemimpinan berlangsung.

Kemenhub memastikan pelayanan dan pengawasan transportasi laut tetap berjalan selama masa transisi.

Pergantian Juga Terjadi di BPSDMP

Perubahan pejabat pada Jumat (18/9/2026) tidak hanya terjadi di Ditjen Hubla.

Kemenhub juga menunjuk Plt Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP). Namun, Farida menjelaskan pergantian tersebut terjadi karena pejabat sebelumnya memasuki masa pensiun.

“Iya (ada pergantian), saat ini sudah ditunjuk Plt-nya. Jadi bukan hanya di Dirjen Hubla tapi juga di Kepala BPSDMP,” kata Farida.

Dengan demikian, Kemenhub menyebut perubahan tersebut sebagai bagian dari penataan organisasi.

Pergantian Berlangsung Saat Keselamatan Pelayaran Disorot

Pergantian Muhammad Masyhud berlangsung ketika keselamatan pelayaran mendapat perhatian publik setelah sejumlah kecelakaan dan insiden kapal.

Salah satunya ialah kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa pada 13 September 2026. Kemenhub sebelumnya melaporkan proses pencarian dan evakuasi penumpang kapal tersebut.

Namun, Kemenhub tidak menyatakan pergantian Masyhud sebagai sanksi atas kecelakaan tersebut.

Alasan resmi yang disampaikan pemerintah ialah evaluasi internal dan penyegaran manajerial. Di sisi lain, penguatan keselamatan pelayaran menjadi salah satu fokus evaluasi Kemenhub.

Dengan penunjukan Lollan Panjaitan sebagai Plt, Kemenhub memastikan fungsi Ditjen Hubla tetap berjalan sambil proses evaluasi dan penataan organisasi berlangsung.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *