Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

PSI Sentil Rocky Gerung: Sudah ‘Kena Batunya’ Setelah Keras Serang Jokowi

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | RAYACOM

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyentil pengamat politik Rocky Gerung di tengah sorotan terhadap sikapnya dalam mengkritik pemerintahan.

Kader PSI Dedy Nur Palakka menilai Rocky kini merasakan serangan dari sejumlah pihak yang sebelumnya mendukung atau memujinya. Menurut Dedy, kondisi tersebut menjadi ironi bagi pengamat politik tersebut.

“Rocky Gerung bisa juga menikmati serangan mondar-mandir dari para mantan pemujanya,” ujar Dedy, dikutip Senin (14/9/2026).

Pernyataan tersebut muncul di tengah perdebatan mengenai sikap Rocky terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. PSI sebelumnya juga menilai kritik Rocky terhadap Prabowo tidak setajam ketika ia mengkritik pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

PSI Soroti Sikap Rocky terhadap Prabowo

Dedy menilai perubahan peta kekuasaan ikut memengaruhi sorotan terhadap posisi Rocky. Selama pemerintahan Jokowi, Rocky dikenal aktif menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

Kini, kritik terhadap Rocky justru datang dari sejumlah pihak yang sebelumnya dianggap mendukung atau mengapresiasi dirinya.

Menurut Dedy, kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan dinamika politik di sekitar Rocky. Ia menilai pengamat tersebut perlu menghadapi kritik dari pihak yang sebelumnya berada di barisannya.

PSI juga sebelumnya menyebut sikap Rocky yang dianggap lebih lunak terhadap Prabowo berkaitan dengan pandangannya terhadap Jokowi. Namun, penilaian tersebut merupakan pandangan politik PSI.

Kritik terhadap Kekuasaan Harus Konsisten

Perdebatan mengenai Rocky kemudian berkembang menjadi persoalan konsistensi dalam mengkritik kekuasaan.

Jika seorang pengamat menggunakan standar tertentu ketika mengkritik satu pemerintahan, publik juga dapat menggunakan standar yang sama ketika menilai pemerintahan berikutnya.

Dengan demikian, kritik terhadap kekuasaan idealnya tidak bergantung pada siapa yang sedang menduduki kursi pemerintahan. Kritik seharusnya berangkat dari kebijakan, fakta, dan kepentingan publik.

Namun, menilai Rocky hanya berdasarkan siapa yang menjadi sasaran kritik juga tidak cukup. Seorang pengamat tetap memiliki hak untuk mengubah pandangan setelah melihat perkembangan politik dan kebijakan pemerintah.

Rocky Tetap Berhak Menyampaikan Kritik

Rocky Gerung memiliki hak untuk menyampaikan pandangan politiknya. Begitu pula publik memiliki hak untuk mempertanyakan konsistensi pandangan tersebut.

Karena itu, istilah “kena batunya” yang digunakan Dedy lebih tepat dipahami sebagai sindiran politik. Ungkapan tersebut tidak membuktikan bahwa Rocky memang kehilangan konsistensi dalam mengkritik pemerintah.

Perdebatan ini pada akhirnya kembali pada pertanyaan mengenai standar kritik terhadap kekuasaan. Apakah kritik harus tetap tajam ketika pemerintahan berganti?

Pertanyaan tersebut penting dalam demokrasi. Sebab, fungsi pengkritik kekuasaan seharusnya berlaku kepada siapa pun yang memegang kekuasaan, bukan hanya kepada pihak yang berbeda pilihan politik.

Di tengah polemik tersebut, publik dapat menilai sendiri apakah kritik seorang tokoh tetap konsisten berdasarkan substansi, fakta, dan standar yang digunakan terhadap setiap pemerintahan.(zma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *