JAKARTA | rayacom.id
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menginstruksikan kader dan relawan partainya membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.
Muhaimin, yang akrab disapa Cak Imin, meminta jajaran PKB di wilayah terdampak mengerahkan sumber daya untuk membantu masyarakat. Bantuan tersebut mencakup dukungan pemadaman sesuai arahan petugas dan penyaluran kebutuhan dasar.
“Seluruh kader PKB sudah kita perintahkan untuk bergerak dengan berbagai model langsung dan sudah titik-titik lokasi yang sudah ditetapkan,” kata Muhaimin seusai menghadiri Khataman Al-Qur’an bil Hifzhi dan Silaturahim Nasional III Jam’iyah Mudarasatil Qur’an lil Hafidzat (JMQH) di Stadion Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahad (18/10/2026).
PKB Salurkan Air Bersih dan Masker
Cak Imin menjelaskan, jaringan kepengurusan PKB di daerah mulai menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak. Bantuan tersebut meliputi masker, air minum, air bersih, dan perlengkapan lain yang dibutuhkan selama bencana.
“(Bantuan) mulai mengalir ini, masker, air minum, air fryer, pembersih udara,” ujarnya.
Salah satu daerah yang menerima bantuan ialah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Melalui DPC PKB Kabupaten OKI bersama DPAC PKB Kecamatan Kayuagung, relawan menyalurkan 12 ribu liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Air bersih menjadi salah satu prioritas karena warga di wilayah terdampak membutuhkan pasokan untuk kegiatan sehari-hari. Selain itu, masker yang sesuai standar dapat membantu mengurangi paparan partikel asap. Pembersih udara juga dapat membantu memperbaiki kualitas udara di dalam ruangan, bergantung pada jenis dan kemampuan penyaringnya.
Cak Imin meminta seluruh tim relawan memusatkan perhatian pada penanganan dampak karhutla. Ia menilai jaringan PKB hingga tingkat kecamatan dapat membantu mempercepat distribusi bantuan.
“Kemudian perangkat-perangkat tim relawan kami minta untuk membantu, pokoknya kerja keras fokus di situ (karhutla) dulu semua,” katanya.
Ia menambahkan, PKB telah menyiagakan relawan sejak jauh hari. Karena itu, pengiriman bantuan saat ini melanjutkan langkah kesiapsiagaan yang telah berjalan sebelumnya.
“Sudah mulai (disalurkan), sudah lama (disiagakan), terus kita kirim masker, air bersih, terutama air bersih dibutuhkan,” ujarnya.
Potensi Jaringan Relawan Capai 210 Ribu Orang
Muhaimin menyebut sekitar 70 cabang PKB berada di wilayah terdampak karhutla. Menurut perkiraannya, setiap cabang memiliki jaringan relawan sekitar 2.000 hingga 3.000 orang.
“Kalau semua cabang di cabang yang terdampak saja sekitar 70 cabang. Kalau satu cabang itu bisa 2.000-3.000 orang,” katanya.
Berdasarkan angka tersebut, PKB berpotensi mengerahkan jaringan relawan antara 140 ribu hingga 210 ribu orang. Namun, jumlah itu merupakan estimasi kapasitas jaringan di wilayah terdampak, bukan angka personel yang telah turun langsung ke lokasi kebakaran.
Untuk mendukung penanganan bencana, pengerahan relawan perlu berjalan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan petugas pemadam karhutla. Koordinasi tersebut penting agar kegiatan relawan tidak menghambat operasi pemadaman serta tetap mengutamakan keselamatan.
Selain mendistribusikan kebutuhan dasar, relawan dapat membantu mendata warga terdampak dan menyebarkan informasi mengenai bahaya asap. Mereka juga dapat mendukung distribusi logistik sesuai arahan petugas di lapangan.
Perlindungan Kesehatan Warga Jadi Perhatian
Penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Perlindungan kesehatan masyarakat juga memerlukan perhatian, terutama ketika asap kebakaran menurunkan kualitas udara.
Asap karhutla mengandung partikel halus yang dapat memicu atau memperburuk gangguan pernapasan. Anak-anak, lanjut usia, dan orang dengan penyakit pernapasan termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap paparan tersebut.
Karena itu, distribusi bantuan perlu menyesuaikan kebutuhan warga dan kondisi di setiap wilayah. Dengan dukungan relawan, koordinasi lintas instansi, serta penanganan oleh petugas berwenang, bantuan diharapkan menjangkau masyarakat terdampak secara tepat sasaran. (fin)