Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Polres Metro Bekasi Kota Tegaskan Anggota Tak Terlibat Pungli dan Kekerasan Tahanan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

BEKASI | rayacom.id

Polres Metro Bekasi Kota membantah keterlibatan anggotanya dalam dugaan pungutan liar (pungli) dan kekerasan terhadap tahanan yang viral di media sosial.

Klarifikasi tersebut disampaikan setelah muncul unggahan yang menarasikan adanya permintaan “uang koordinasi” kepada pembesuk tahanan di Polres Metro Bekasi Kota.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus mengatakan Unit Paminal Sipropam telah memeriksa dan mengklarifikasi informasi yang beredar.

Polres Bekasi Bantah Anggota Minta Uang

Verdika mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan dugaan pungutan tersebut tidak dilakukan oleh anggota kepolisian.

Menurut dia, pungutan itu diduga dilakukan oleh sesama tersangka yang berada dalam satu sel dengan tahanan yang bersangkutan.

“Terkait dugaan pungutan liar, dari hasil klarifikasi diketahui bahwa perbuatan tersebut bukan dilakukan oleh anggota kepolisian, melainkan oleh tersangka lain yang berada dalam satu sel dengan yang bersangkutan,” tegas Verdika.

Dengan hasil tersebut, Polres Metro Bekasi Kota membantah adanya permintaan “uang koordinasi” oleh personel kepada pembesuk tahanan.

Polisi Bantah Ada Kekerasan terhadap Tahanan

Selain dugaan pungli, unggahan yang viral juga memuat narasi mengenai dugaan kekerasan oleh anggota kepolisian.

Verdika mengatakan Paminal Sipropam telah melakukan pemeriksaan terkait tuduhan tersebut.

Hasil pemeriksaan, kata dia, belum menemukan fakta maupun bukti yang mendukung dugaan kekerasan oleh personel.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan klarifikasi tersebut, belum ditemukan fakta maupun bukti yang mendukung adanya dugaan tindakan kekerasan oleh anggota sebagaimana disampaikan dalam unggahan tersebut,” tambahnya.

Unggahan Uang Koordinasi Viral

Sebelumnya, sebuah akun media sosial mengaku mendapat permintaan “uang koordinasi” saat membesuk tahanan di Polres Metro Bekasi Kota.

Unggahan tersebut turut memperlihatkan tangkapan layar percakapan WhatsApp. Dalam percakapan itu, terdapat permintaan pembayaran yang disebut sebagai “uang koordinasi”.

Unggahan lainnya menampilkan bukti transfer melalui layanan m-banking dengan nilai total Rp1 juta.

Berdasarkan informasi yang beredar dalam unggahan tersebut, uang itu ditransfer sebanyak dua kali.

Polres Metro Bekasi Kota kemudian melakukan pemeriksaan dan klarifikasi melalui Unit Paminal Sipropam untuk memastikan informasi yang beredar.

Hasil klarifikasi kepolisian menyatakan dugaan pungli tersebut tidak dilakukan oleh anggota. Polisi juga menyatakan belum menemukan bukti yang mendukung tuduhan kekerasan oleh personel. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *