Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Setiyardi Sebut Ada Ketum Parpol dalam Kasus Penyadapan Prabowo, Singgung Sosok ‘Norak’

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto kembali memunculkan klaim mengenai kemungkinan keterlibatan pihak di luar sejumlah anggota Polri yang telah menjadi tersangka.

Host Obor Rakyat Reborn, Setiyardi Budiono, menyebut seorang ketua umum partai politik diduga terlibat dalam operasi penyadapan tersebut. Ia mengaku memperoleh informasi itu dari sejumlah narasumber.

“Obor Rakyat mendapatkan informasi valid dari beberapa narasumber bahwa ada seorang ketua umum partai terlibat dalam kasus penyadapan kepada Presiden Prabowo,” kata Setiyardi melalui kanal YouTube @OborRakyatReborn, Kamis (5/11/2026).

Namun, Setiyardi tidak mengungkap identitas ketua umum partai yang dimaksud. Ia mengklaim penyidik Mabes Polri telah mengetahui informasi mengenai dugaan keterlibatan tersebut.

Setiyardi Klaim Ada Rapat Sebelum Penangkapan

Setiyardi juga menyebut adanya rapat koordinasi yang melibatkan belasan orang di kawasan Widya Chandra. Menurut klaimnya, rapat tersebut berlangsung sekitar tiga jam sebelum polisi menangkap sejumlah perwira Polri dalam kasus penyadapan.

“Mereka ada belasan melakukan rapat koordinasi di kawasan Widya Chandra. Penyidik sudah tahu bahwa rapat ini sering dilakukan di mana ketum parpol ini sering hadir,” ujarnya.

Meski mengaku mengetahui sosok yang dimaksud, Setiyardi memilih tidak menyebut namanya. Ia beralasan tidak ingin mengganggu proses penyidikan kepolisian.

Setiyardi hanya memberikan sejumlah petunjuk mengenai sosok ketua umum tersebut. Ia menyebut tokoh itu memiliki kedekatan dengan Solo dan melontarkan penilaian pribadi terhadap karakter yang bersangkutan.

“Ketua umum ini dikenal sangat dekat dengan Solo, agak norak (orangnya). Ketum parpol ini hidupnya penuh dengan kontradiksi,” ujarnya.

Polri Belum Konfirmasi Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol

Hingga berita ini ditulis, Polri belum mengumumkan penetapan tersangka dari kalangan ketua umum partai politik terkait klaim Setiyardi tersebut.

Dalam perkembangan penyidikan, Bareskrim Polri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta Nasution, Irjen Eko Hadi Santoso, dan Irjen Slamet Uliandi.

Pada keterangan sebelumnya, Bareskrim menyebut dugaan penyadapan menyasar sejumlah pihak, termasuk Presiden Prabowo, pejabat negara, tokoh politik, media, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dan pengusaha.

Namun, penyidik belum mengonfirmasi klaim Setiyardi mengenai keterlibatan seorang ketua umum partai politik maupun rapat di kawasan Widya Chandra.

Dengan demikian, informasi mengenai dugaan keterlibatan ketua umum partai tersebut masih sebatas pernyataan Setiyardi dan belum menjadi kesimpulan resmi penyidikan. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *