TANGERANG SELATAN | rayacom.id
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mendorong pemenuhan gizi anak sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas generasi sekaligus memutus rantai kemiskinan antar-generasi.
Pilar menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Launching Pos Gizi Tahun 2026 yang digelar Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan di Kelurahan Bakti Jaya, Selasa (22/9/2026).
Menurut Pilar, persoalan gizi tidak hanya berkaitan dengan kesehatan. Asupan yang cukup sejak usia dini juga mendukung tumbuh kembang dan kemampuan anak dalam belajar serta mengembangkan diri.
“Jangan sampai nanti gara-gara anak-anaknya kurang gizi, mereka tidak cerdas. Ke depan mereka susah dalam mengembangkan dirinya,” kata Pilar.
Gizi Anak Berkaitan dengan Masa Depan
Pilar mengatakan kualitas sumber daya manusia turut menentukan peluang seseorang ketika memasuki dunia kerja. Karena itu, anak perlu mendapat dukungan kesehatan dan pendidikan sejak dini.
Ia menilai Tangsel memiliki berbagai peluang kerja. Namun, sejumlah bidang membutuhkan keterampilan khusus, seperti teknologi, komputer, dan matematika.
“Di Tangsel kalau dicari sebenarnya pekerjaan itu ada. Tapi pertama membutuhkan kemampuan yang khusus, misalkan ahli komputer, ahli matematika, ahli teknologi,” ujarnya.
Karena itu, Pilar berharap setiap generasi dalam keluarga dapat memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup.
Pilar Ingin Kemiskinan Tidak Berulang
Pilar mencontohkan keluarga dengan orang tua yang bekerja sebagai pengemudi ojek online. Ia menegaskan bahwa pekerjaan tersebut bukan pekerjaan yang rendah.
Namun, ia berharap anak-anak dari keluarga tersebut dapat memperoleh kesempatan pendidikan dan pekerjaan dengan jenjang yang lebih tinggi.
“Saya bukan merendahkan pekerjaan ojek online. Tapi satu keluarga itu harus ada perubahan, ada peningkatan,” tegasnya.
Menurut Pilar, peningkatan tersebut dapat terlihat dari akses pendidikan dan kesempatan kerja. Anak dapat melanjutkan pendidikan, masuk sektor formal, menduduki posisi manajerial, menjadi dosen, atau menekuni profesi lain yang membutuhkan keahlian.
“Minimal bapaknya ojek online kerja capek siang malam secara fisik, anaknya mudah-mudahan bisa kerja kantoran, dia bisa naik pangkat, naik tingkat, terus menjadi manajer dan lain sebagainya,” tuturnya.
Gizi Menjadi Bagian dari Intervensi
Pilar menilai pendidikan, kesehatan, dan gizi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ia menggambarkan risiko ketika pekerjaan dengan keterampilan rendah terus berulang dalam satu keluarga.
“Kalau kita lingkarannya itu-itu lagi, bapaknya buruh kasar, anaknya buruh kasar, cucunya buruh kasar. Ini sampai kapan roda ini akan berputar terus? Itu harus kita putus,” katanya.
Dalam konteks tersebut, Pos Gizi menjadi salah satu program yang diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak.
Pemkot Tangsel juga telah menjalankan program di bidang pendidikan dan kesehatan. Pilar menyebut akses sekolah gratis dan layanan kesehatan di rumah sakit milik Pemkot Tangsel sebagai bagian dari dukungan pemerintah.
“Sekolah sudah diberikan gratis. Lalu kesehatan di rumah sakit Tangsel gratis. Apa lagi yang kurang? Oke, sekarang gizinya kurang, kita kasih program Pos Gizi ini,” ujarnya.
Pemerintah Diminta Pastikan Anak Mendapat Gizi
Pilar meminta pemerintah kecamatan dan kelurahan ikut memantau kondisi anak di wilayah masing-masing. Ia ingin keterbatasan ekonomi tidak menghalangi anak memperoleh makanan dengan asupan gizi yang memadai.
“Yang penting ibu ini jangan sampai karena kondisi ekonomi tidak mampu memberikan anaknya asupan makanan yang baik,” katanya.
Menurut Pilar, investasi terhadap anak merupakan bagian dari persiapan Tangsel menghadapi masa depan. Anak-anak yang tumbuh saat ini nantinya akan menjadi bagian dari generasi yang meneruskan pembangunan daerah.
“Yang menggantikan siapa? Adik-adik kita ini, anak-anak kita ini yang menggantikan untuk membangun Tangsel ke depan. Harus dipersiapkan dari sekarang,” pungkasnya. (hmi)