Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

ASN Meninggal Saat Latihan Komcad, TB Hasanuddin Desak Evaluasi Total

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta Kementerian Pertahanan mengevaluasi total pelaksanaan latihan Komponen Cadangan (Komcad) setelah seorang ASN Kementerian Ekonomi Kreatif meninggal dunia.

Korban bernama Vanreko Varkas Bagaskara (28). Ia meninggal setelah mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti Latihan Dasar Militer Komcad ASN Kementerian/Lembaga Gelombang II di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

TB Hasanuddin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia juga meminta pemerintah memeriksa penyebab kejadian secara transparan dan menyeluruh.

“Kejadian meninggalnya peserta dalam pelaksanaan latihan militer perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, khususnya Kementerian Pertahanan. Penyebab kejadian harus diperiksa secara transparan dan menyeluruh,” ujar TB Hasanuddin, Minggu (27/9/2026).

TB Hasanuddin Minta Evaluasi Latihan Komcad

Menurut TB Hasanuddin, pemerintah perlu mengevaluasi seluruh tahapan pelaksanaan latihan Komcad. Evaluasi itu mencakup proses seleksi hingga penanganan kondisi darurat selama latihan.

Ia secara khusus meminta Kementerian Pertahanan meninjau pemeriksaan kesehatan peserta. Menurutnya, pemeriksaan tersebut harus memastikan kesiapan fisik setiap peserta sebelum mengikuti latihan militer.

“Pemeriksaan kesehatan tidak boleh sekadar menjadi formalitas. Kondisi fisik setiap peserta harus benar-benar dipastikan mampu mengikuti latihan. Apabila dinyatakan tidak siap, peserta tidak perlu dipaksakan,” tegasnya.

Keselamatan Peserta Jadi Perhatian

Selain pemeriksaan kesehatan, TB Hasanuddin meminta pemerintah meninjau standar keselamatan dalam latihan Komcad.

Kemudian, ia meminta evaluasi mencakup intensitas latihan, kesiapan tenaga medis, serta mekanisme penanganan keadaan darurat.

“Keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama. Disiplin dalam latihan memang diperlukan, tetapi pelaksanaannya harus tetap mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kemampuan fisik masing-masing peserta,” katanya.

Menurutnya, pemerintah perlu menggunakan hasil evaluasi untuk memperbaiki prosedur latihan berikutnya. Langkah itu penting agar penyelenggara dapat mengantisipasi risiko kesehatan selama kegiatan berlangsung.

Kronologi Kondisi Vanreko

Vanreko mengikuti Latsarmil Komcad ASN Gelombang II di Lanud Halim Perdanakusuma. Pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 09.30 WIB, ia menyelesaikan sesi pertama rangkaian penutupan latihan.

Saat hendak mengikuti sesi berikutnya, Vanreko mengeluhkan pandangan gelap dan pusing. Ia kemudian kehilangan kesadaran dan mendapat penanganan medis.

Keterangan rumah sakit menyebut tim medis melakukan penanganan darurat. Laporan mengenai kondisi awal korban juga menyebut adanya indikasi heatstroke atau serangan panas.

Selanjutnya, Vanreko menjalani perawatan medis sebelum kondisinya memburuk dan mendapat perawatan lanjutan. Ia kemudian meninggal dunia pada 26 September 2026.

TB Hasanuddin menilai penyebab dan seluruh rangkaian kejadian perlu diperiksa secara menyeluruh. Karena itu, ia meminta pemerintah tidak hanya melihat insiden tersebut dari satu aspek, tetapi juga mengevaluasi sistem keselamatan dalam pelatihan Komcad.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *