Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Dugaan Bullying di ICM Serpong, Dewan Pembina Minta Evaluasi Total

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGSEL | rayacom.id

Dugaan perundungan yang menyebabkan seorang siswa mengalami cedera dalam kegiatan Pramuka di Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM) Serpong, Tangerang Selatan, mendapat perhatian dari Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina ICM, Tamsil Linrung.

Tamsil menyampaikan sikapnya setelah kasus tersebut menjadi perhatian publik. Ia menegaskan keselamatan dan perlindungan anak harus menjadi prioritas sekolah.

“Saya mengikuti dengan saksama pemberitaan dan perbincangan publik belakangan ini mengenai insiden yang terjadi dalam kegiatan Pramuka di lingkungan Sekolah Insan Cendekia Madani,” ujar Tamsil, Senin (28/9/2026).

Ia juga menyampaikan keprihatinan atas kondisi siswa yang mengalami cedera.

Menurut Tamsil, kegiatan sekolah tidak boleh berakhir dengan anak mengalami luka fisik maupun trauma hingga harus meninggalkan lingkungan belajar.

“Saya mendoakan kesembuhannya, lahir maupun batin,” katanya.

Minta Investigasi Berdasarkan Fakta

Tamsil menjelaskan Dewan Pembina tidak mengelola operasional harian sekolah. Manajemen ICM memegang tanggung jawab tersebut.

Meski demikian, Dewan Pembina tetap bertugas memastikan nilai-nilai yang menjadi dasar pendirian ICM berjalan dalam pengelolaan sekolah.

Karena itu, Tamsil meminta manajemen melakukan investigasi internal secara menyeluruh. Pemeriksaan tersebut harus melibatkan seluruh pihak yang berkaitan dengan insiden.

“Proses investigasi harus berjalan berdasarkan fakta yang diperiksa, bukan berdasarkan tekanan opini atau spekulasi tentang siapa pun yang diduga terlibat,” tegasnya.

Tamsil juga mengingatkan bahwa anak-anak yang berkaitan dengan perkara tersebut masih di bawah umur. Ia meminta semua pihak menjaga identitas dan hak mereka.

“Tidak ada anak, dari latar belakang keluarga apa pun, yang berhak mendapat perlakuan berbeda dalam proses ini. Itu prinsip yang saya pegang,” ujarnya.

Minta Publik Tidak Menghakimi

Perbincangan mengenai dugaan perundungan tersebut juga berkembang di media sosial. Sejumlah informasi dan spekulasi mengenai latar belakang keluarga siswa tertentu turut beredar.

Tamsil meminta masyarakat tidak menjadikan kasus tersebut sebagai ruang penghakiman sebelum proses pemeriksaan menghasilkan fakta yang jelas.

“Saya memahami keresahan publik, namun saya mengajak semua pihak menahan diri. Menyebarkan tuduhan yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya hanya akan menambah korban baru, yakni korban akibat fitnah dan penghakiman publik,” katanya.

Ia menilai keselamatan dan kepentingan anak harus tetap menjadi fokus utama. Karena itu, persoalan tersebut jangan sampai berubah menjadi pertarungan opini di ruang publik.

Protokol Keselamatan Diminta Dievaluasi

Selain investigasi, Tamsil meminta manajemen ICM mengevaluasi seluruh protokol keselamatan siswa. Evaluasi itu terutama menyasar kegiatan Pramuka dan aktivitas sekolah di luar kelas.

Menurut dia, evaluasi perlu mencakup pengawasan pembina selama kegiatan. Sekolah juga perlu memeriksa mekanisme penanganan laporan dari orang tua.

“Sekolah yang baik bukan yang tidak pernah salah, melainkan yang terbuka mengakui kesalahan dan serius memperbaikinya,” pungkasnya.

Tamsil menegaskan tidak ingin memihak pihak tertentu dalam persoalan tersebut.

“Saya tidak berdiri di pihak sekolah, tidak pula di pihak siapa pun yang dituduh atau menuduh. Saya berdiri pada satu kepentingan saja, yakni keselamatan dan masa depan anak-anak ICM,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *