Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Kematian Bharada Valdo di Markas Polairud Tangsel Disorot, Keluarga Duga Ada Pelaku Lain

Bagikan: Facebook X WhatsApp

PAMULANG | rayacom.id

Kematian Bharada Valdo akibat penembakan di Markas Komando Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpoludara) Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, menyisakan sejumlah pertanyaan. Keluarga korban meminta penyidik mengungkap seluruh rangkaian kejadian, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 04.40 WIB itu kini ditangani Polda Metro Jaya. Penyidik mendalami motif, kronologi, serta bukti-bukti untuk memastikan bagaimana insiden tersebut menyebabkan Valdo meninggal dunia.

Melalui kuasa hukumnya, Petrus Bala Pattyona, keluarga korban menduga peristiwa tersebut tidak semata-mata melibatkan satu orang. Mereka meminta polisi menelusuri kemungkinan adanya perencanaan maupun keterlibatan pihak lain.

Sementara itu, Bharada Andika Rahmadani, yang diduga terlibat dalam penembakan, telah diamankan dan menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan insiden penembakan yang melibatkan sesama anggota Polri tersebut. Ia mengatakan penyidik masih mendalami rangkaian kejadian untuk mengungkap fakta secara menyeluruh.

“Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Penyidik terus mendalami rangkaian peristiwa tersebut guna mengungkap fakta dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Budi.

Kronologi Penembakan Diduga Berawal dari Persoalan Pribadi

Berdasarkan laporan awal Kasipropam Korpolairud Baharkam Polri kepada Kakorpolairud yang disampaikan melalui kuasa hukum keluarga, penembakan terjadi di ruang pemadam kebakaran Ditpoludara.

Valdo diketahui bertugas sebagai tenaga administrasi di bagian Pamperslog Ditpoludara. Andika juga bertugas di bagian yang sama.

Laporan awal tersebut mengaitkan dugaan motif dengan persoalan pribadi. Andika disebut mengaku kerap merasa disalahkan dan mengalami perundungan oleh korban. Namun, keterangan itu masih perlu diuji melalui pemeriksaan saksi dan bukti pendukung.

Laporan tersebut juga menyebut Andika mengaku telah membawa golok sejak 12 Oktober 2026 karena merasa takut secara berlebihan. Pada Jumat dini hari, ia kemudian berangkat ke markas Ditpoludara dengan membawa senjata tajam tersebut.

Setibanya di markas, Andika disebut meletakkan tas di loker ruang staf Pamperslog. Setelah itu, ia menuju pos penjagaan untuk mengambil senjata api yang berada di sana, kemudian mendatangi ruang pemadam kebakaran tempat Valdo beristirahat.

Menurut pengakuan awal yang tercantum dalam laporan itu, Andika menembakkan senjata api sebanyak empat kali ke arah tubuh korban. Setelah Valdo terjatuh, ia disebut kembali melepaskan beberapa tembakan ke arah kepala korban.

Andika juga diduga melukai leher korban menggunakan pisau yang dibawanya dari rumah.

Usai kejadian, Andika disebut menyerahkan diri ke Unit Provos Ditpoludara. Petugas kemudian mengamankan dan meminta keterangan awal sebelum menyerahkan penanganan perkara untuk proses hukum lebih lanjut.

Meski demikian, kronologi tersebut masih harus dikonfirmasi melalui penyidikan, pemeriksaan forensik, serta pencocokan keterangan dengan bukti yang ditemukan di lokasi.

Keluarga Minta Dugaan Pembunuhan Berencana Diusut

Kuasa hukum keluarga Valdo, Petrus Bala Pattyona, meminta penyidik tidak hanya berfokus pada pemeriksaan terhadap Andika. Ia menilai kondisi luka pada tubuh korban perlu diperiksa secara menyeluruh untuk membantu mengungkap rangkaian kekerasan yang terjadi.

“Kami berharap kasus ini dibuka seterang-terangnya, siapa pelakunya dan apa motivasinya. Ini kasus pembunuhan berencana, dan kemungkinan tidak dilakukan satu orang,” ujar Petrus dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (18/10/2026).

Petrus juga menyebut keluarga memperoleh informasi bahwa polisi telah menyita senjata tajam berupa sangkur dan senjata api. Karena itu, ia meminta penyidik menelusuri penggunaan setiap senjata serta mencocokkannya dengan luka yang ditemukan pada tubuh korban.

“Tidak mungkin satu orang bisa menggunakan tiga senjata pada saat yang bersamaan,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi dasar bagi keluarga untuk meminta penyidikan lebih mendalam. Namun, dugaan pembunuhan berencana dan keterlibatan pelaku lain belum dapat dipastikan sebagai fakta hukum. Penyidik perlu mengujinya melalui keterangan saksi, hasil pemeriksaan forensik, dan alat bukti lain yang sah.

Lima Hal yang Perlu Diungkap Penyidik

Kasus kematian Valdo membutuhkan penjelasan yang menyeluruh, terlebih peristiwa tersebut terjadi di lingkungan markas kepolisian. Sejumlah hal penting perlu mendapat perhatian dalam proses penyidikan.

Pertama, akses terhadap senjata api. Penyidik perlu menjelaskan siapa yang menguasai senjata di pos penjagaan, bagaimana senjata tersebut dapat diambil, serta apakah prosedur pengamanan telah dijalankan sesuai ketentuan.

Kedua, rekaman kamera pengawas. Jika CCTV tersedia, rekaman tersebut dapat membantu penyidik menelusuri pergerakan pihak-pihak terkait sebelum dan sesudah kejadian.

Ketiga, hasil pemeriksaan forensik. Pemeriksaan medis dan balistik diperlukan untuk mencocokkan jenis serta jumlah luka, senjata yang digunakan, dan kemungkinan urutan kejadian berdasarkan bukti ilmiah.

Keempat, keterangan saksi. Penyidik perlu memeriksa petugas piket, anggota yang berada di sekitar lokasi, serta pihak-pihak yang berinteraksi dengan korban maupun tersangka.

Kelima, dugaan perencanaan dan keterlibatan pihak lain. Penyidik perlu menelusuri komunikasi, pergerakan, dan bukti relevan lainnya tanpa terlebih dahulu menyimpulkan adanya pelaku tambahan.

Hasil pemeriksaan terhadap lima aspek tersebut dapat membantu menjelaskan rangkaian peristiwa secara lebih utuh. Kesimpulan mengenai jumlah pelaku maupun motif harus bertumpu pada bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Transparansi Penyidikan Jadi Sorotan

Polda Metro Jaya menyatakan penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif, dan akuntabel. Kepolisian juga menyampaikan bahwa perkembangan kasus akan diinformasikan berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta yang telah terverifikasi.

Keluarga berharap komitmen tersebut diikuti pengungkapan yang jelas mengenai kronologi, motif, penggunaan senjata, dan bukti yang ditemukan penyidik.

Apabila penyidik menemukan bukti keterlibatan pihak lain, temuan tersebut perlu ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum. Sebaliknya, kesimpulan bahwa perkara melibatkan satu pelaku juga harus didasarkan pada hasil penyidikan yang kuat.

Keterbukaan informasi menjadi penting agar keluarga memperoleh kepastian hukum dan masyarakat tidak terjebak dalam spekulasi.

Jenazah Valdo diberangkatkan melalui Kupang sebelum dibawa ke kampung halamannya di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kini, keluarga menanti kejelasan atas kematian Valdo. Publik pun menunggu hasil penyidikan yang mampu mengungkap peristiwa tersebut secara utuh berdasarkan bukti, bukan sekadar dugaan.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *