Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Kapolda Banten Tekankan Standar Profesional dalam Pelaksanaan Program MBG

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | rayacom.id

Polda Banten terus memperkuat sinergi dengan mitra kerja dan person in charge (PIC) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari. Langkah ini bertujuan mengoptimalkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah hukum Polda Banten.

Kapolda Banten Irjen Pol. Hendra Kurniawan mengatakan, pembentukan SPPG menjadi bentuk dukungan konkret Polri terhadap program strategis Presiden Republik Indonesia. Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pemenuhan gizi masyarakat.

“Saat ini, pembentukan SPPG di wilayah hukum Polda Banten menunjukkan perkembangan signifikan dengan hadirnya 76 titik layanan,” kata Irjen Hendra melalui keterangan tertulis yang diterima di Tangerang, Rabu (21/10/2026).

Polda Banten Miliki 76 Titik Layanan SPPG

Hendra menjelaskan, sejumlah unit SPPG masih berada dalam tahap persiapan operasional. Beberapa unit lainnya juga masih menyelesaikan pembangunan sehingga membutuhkan percepatan tindak lanjut.

Meski demikian, ia meminta seluruh pengelola dan mitra kerja menjaga kepercayaan publik serta nama baik institusi. Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Kita berupaya mendorong terbentuknya SPPG di wilayah Banten sebagai bentuk dukungan terhadap program Bapak Presiden. Alhamdulillah, upaya tersebut dapat diwujudkan melalui terbentuknya 76 titik. Karena itu, saya berharap komitmen dan semangat ini terus kita jaga agar pelaksanaan program MBG semakin optimal,” ujarnya.

Kapolda Tekankan Kualitas Pelayanan dan Keamanan Gizi

Menurut Hendra, keberhasilan pengelolaan SPPG tidak cukup diukur dari jumlah unit yang telah dibangun. Pengelola juga harus memastikan kualitas pelayanan, kepatuhan terhadap regulasi, dan ketepatan sasaran.

Selain itu, aspek keamanan gizi dan keberlanjutan program perlu mendapat perhatian. Seluruh pelaksanaan program juga harus berjalan secara akuntabel.

Untuk mendukung hal tersebut, Hendra mendorong koordinasi berkelanjutan antara Polda Banten, Yayasan Kemala Bhayangkari, dan para mitra kerja. Koordinasi ini diperlukan agar setiap tahapan pengelolaan MBG berjalan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.

“Harapan saya, upaya ini membawa manfaat bagi masyarakat Banten dan masa depan Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen kita dalam mewujudkan SPPG yang aman, berkualitas, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” kata dia. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *