Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan ePaper & Update Berita

Berlangganan ePaper & Update Berita

Nikmati ePaper Tangerang Raya dan dapatkan update berita terbaru setiap hari.

Klik tombol untuk berlangganan ePaper dan mengikuti update berita Tangerang Raya.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Sudding PAN Desak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden, Singgung Legitimasi Moral

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | rayacom.id

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Sarifuddin Sudding, mendesak Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatan Wakil Presiden.

Menurut Sudding, Gibran sudah kehilangan legitimasi moral dari masyarakat. Karena itu, ia menilai Gibran tidak layak mempertahankan posisinya sebagai orang nomor dua di Indonesia.

Sudding menyampaikan desakan tersebut setelah muncul aksi pencopotan foto Gibran di kantor DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ia menilai aksi itu mencerminkan kekecewaan masyarakat terhadap kepemimpinan Gibran.

“Itu bentuk ekspresi atas kekecewaan masyarakat terhadap eksistensi, ya. Wakil Presiden kita yang sudah tidak mempunyai legitimasi lagi, tidak memiliki lagi legitimasi moral sebagai Wakil Presiden,” kata Sudding kepada wartawan, Jumat (6/11/2026).

Lebih lanjut, Sudding menegaskan bahwa seorang Wakil Presiden harus mengambil sikap jika masyarakat sudah tidak memberikan legitimasi moral.

Menurutnya, Gibran seharusnya mengundurkan diri daripada terus mempertahankan jabatan tersebut.

“Ketika dia sudah tidak mendapatkan legitimasi moral dari masyarakat seperti itu, sebagai Wakil Presiden dia harus mundur dalam jabatannya,” ujar Sudding.

Aksi Pencopotan Foto Gibran di DPRD DIY

Desakan Sudding muncul setelah Forum Kebangsaan DIY menggelar aksi pencopotan foto Gibran. Aksi kelompok aktivis dan tokoh masyarakat tersebut kemudian menarik perhatian publik.

Peristiwa itu berlangsung di Ruang Badan Anggaran (Banggar) Kantor DPRD DIY, Kota Yogyakarta, Rabu (4/11/2026). Saat itu, Forum Kebangsaan DIY tengah menggelar audiensi dengan jajaran pimpinan DPRD DIY.

Dalam video yang beredar di media sosial, sejumlah peserta terlihat menurunkan bingkai foto resmi Gibran dari dinding ruang sidang. Mereka melakukan aksi tersebut tidak lama setelah memasuki ruangan.

Namun, setelah audiensi selesai, peserta kembali memasang foto Gibran ke tempat semula.

Sejumlah tokoh lokal turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya mantan Wakil Wali Kota Yogyakarta Syukri Fadholi selaku Pelindung Forum Kebangsaan DIY. Hadir pula Muhammad Chirzin sebagai pembina forum.

Sementara itu, Chirzin menjelaskan alasan di balik aksi pencopotan foto tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan itu bukan sekadar aksi spontan. Sebaliknya, forum ingin menyampaikan protes sekaligus pesan politik kepada pemerintah.

Chirzin menyebut aksi tersebut membawa pesan agar Gibran turun dari jabatan Wakil Presiden.

“Penurunan foto Gibran di ruang sidang DPRD DIY mengandung pesan penurunan Gibran harga mati. Andai kata DPR RI tidak menindaklanjuti aspirasi masyarakat ini, berarti DPR telah mengkhianati amanat rakyat,” kata Chirzin kepada awak media.

Dengan demikian, aksi pencopotan foto Gibran menjadi salah satu bentuk kritik politik Forum Kebangsaan DIY. Di sisi lain, pernyataan Sarifuddin Sudding menambah sorotan terhadap posisi Gibran sebagai Wakil Presiden.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *